Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bersahabat Dengan  Pers Dan Media (1334))
Koleksi

Bersahabat Dengan Pers Dan Media (1334))

Seminar “Bersahabat dengan Media” di Auditorium Setda Kabupaten Bogor

Oleh Rismalasari

Auditorium Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor pada Kamis siang dipadati oleh para kepala sekolah dan kepala desa dari seluruh penjuru Kabupaten Bogor. Mereka hadir dalam sebuah seminar bertajuk “Bersahabat dengan Media”, sebuah agenda penting yang digagas pemerintah daerah sebagai upaya mengantisipasi fenomena arus informasi yang seringkali menimbulkan dampak negatif, khususnya terkait praktik-praktik tidak etis yang dilakukan segelintir oknum wartawan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Informasi Bambang W Tawekal sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor yang menekankan pentingnya literasi media. Dalam paparannya disebutkan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini menghadirkan dua sisi: di satu sisi, media menjadi mitra strategis dalam menyebarkan informasi dan pembangunan; di sisi lain, ada pula kasus penyalahgunaan profesi wartawan untuk menekan, bahkan memeras pihak tertentu.

Para narasumber yang terdiri dari akademisi komunikasi, praktisi media Radar Bogor , Kapolres, dan perwakilan organisasi pers menegaskan bahwa persoalan bukanlah pada media itu sendiri, melainkan pada oknum yang tidak menjalankan kode etik jurnalistik. Mereka mengajak para peserta untuk memahami cara menghadapi media dengan bijak. “Kuncinya adalah transparansi informasi dan komunikasi yang sehat. Jangan takut pada media, tapi belajarlah bersahabat dengan mereka,” ujar salah satu narasumber.

Diskusi interaktif berlangsung hangat. Sejumlah kepala sekolah dan kepala desa mengungkapkan pengalaman mereka ketika berhadapan dengan wartawan yang cenderung mencari celah untuk menekan pihak sekolah maupun pemerintahan desa. Dari diskusi tersebut muncul beberapa solusi, di antaranya:

Meningkatkan literasi media di kalangan kepala sekolah, perangkat desa, serta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

Membangun hubungan komunikasi positif dengan media melalui publikasi kegiatan dan keterbukaan informasi publik.

Mengandalkan organisasi pers resmi untuk melaporkan oknum wartawan yang melanggar etika.

Menguatkan regulasi dan perlindungan hukum agar tidak ada pihak yang merasa ditekan atau dirugikan.

Seminar ditutup dengan pesan bahwa media seharusnya menjadi mitra dalam pembangunan, bukan ancaman. Dengan keterbukaan, integritas, dan pemahaman bersama, hubungan antara pemerintah desa, sekolah, dan media dapat terjalin harmonis demi kepentingan masyarakat luas.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post