Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Mewujudkan Wajib Belajar 12 Tahun Dinas Pendidikan Gelar Pertemuan Strategis(1352)
Koleksi

Mewujudkan Wajib Belajar 12 Tahun Dinas Pendidikan Gelar Pertemuan Strategis(1352)

Mewujudkan Wajib Belajar 12 Tahun, Dinas Pendidikan Gelar Pertemuan Strategis

Oleh Rismalasari 

       Selasa, 23 September 2025, Boash Convention Center Ranca Bungur menjadi saksi terselenggaranya pertemuan strategis antara **Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor** dengan jajaran **pengawas sekolah, kepala sekolah, serta camat se-Kabupaten Bogor**. Pertemuan ini difokuskan pada isu krusial terkait **angka tidak sekolah (ATS)** yang masih tinggi di beberapa wilayah, serta pencarian solusi nyata melalui berbagi best practices dari sekolah yang berhasil menekan angka putus sekolah.

 

Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan dengan penekanan bahwa ATS merupakan tantangan serius dalam mewujudkan **wajib belajar 12 tahun** di Kabupaten Bogor. Dalam paparannya, disebutkan bahwa beberapa kecamatan masih mencatatkan angka ATS yang cukup tinggi, terutama di daerah pinggiran dan pedesaan yang berjarak jauh dari pusat kota. Faktor penyebab beragam, mulai dari **keterbatasan ekonomi, akses transportasi, hingga rendahnya motivasi belajar**.

 

Para camat kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan kondisi faktual di wilayah masing-masing. Beberapa kepala sekolah juga berbagi pengalaman mengenai **strategi pencegahan putus sekolah**, seperti:

 

* Program **“jemput bola”** dengan mengunjungi langsung rumah siswa yang terancam putus sekolah.

* **Kolaborasi dengan orang tua dan tokoh masyarakat** untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak.

* **Program beasiswa sekolah dan donasi komunitas** bagi siswa kurang mampu.

* Penerapan **pembelajaran fleksibel** untuk siswa yang juga membantu orang tua bekerja.

 

Salah satu praktik baik datang dari sebuah SMP di wilayah selatan Bogor yang berhasil menurunkan angka putus sekolah hingga 70% melalui inovasi **kelas transisi** bagi siswa yang sempat berhenti sekolah. Kelas ini memberi ruang adaptasi sebelum siswa kembali ke jalur reguler.

 

Diskusi berlangsung hangat dengan banyak masukan dari para pengawas dan camat mengenai pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah desa hingga pihak swasta diharapkan ikut mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan pendidikan.

 

Menutup pertemuan, Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk menyusun **rencana aksi terpadu** berbasis data akurat, memperkuat jejaring sekolah, serta melibatkan masyarakat dalam menekan angka ATS. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama memastikan **tidak ada lagi anak di Kabupaten Bogor yang tertinggal dari pendidikan**.

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post