Menuju Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 (1404)
Menuju Festival Puisi Etnik Nusantara 2025
Oleh Rismalasari
Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 yang akan digelar pada **Minggu, 21 Desember 2025 di Jambi** kian mendekat. Sebagai tuan rumah, Jambi tengah berdenyut dalam semangat persiapan yang intens, menyambut para penyair, seniman, dan pegiat budaya dari berbagai negara ASEAN yang tergabung dalam **Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS)**. Festival ini bukan sekadar panggung pembacaan puisi, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya yang merayakan kekayaan etnik Nusantara dan kawasan Asia Tenggara.
### **Panggung yang Menyatukan Ragam Etnik**
Puisi etnik memiliki daya magis: ia menyimpan jejak leluhur, bahasa daerah, ritme tradisi, serta nilai-nilai kebijaksanaan lokal. Tahun 2025, Jambi dipilih sebagai tuan rumah karena dikenal dengan kekayaan tradisinya—mulai dari Melayu Jambi, kesenian Sekapur Sirih, hingga petikan melodis gambus dan serunai. Aura tradisi inilah yang akan menyelimuti setiap sudut festival.
### **Rangkaian Acara yang Telah Disiapkan**
Panitia PERRUAS ASEAN telah merangkai sejumlah agenda menarik yang siap ditampilkan kepada publik:
1. **Pembukaan dengan Ritual Adat Jambi**
Penyambutan tamu dilakukan dengan prosesi *Tari Sekapur Sirih*, simbol penghormatan dan persaudaraan. Para penyair ASEAN akan disambut secara adat, menandai awal perayaan sastra lintas negara.
2. **Parade Puisi Etnik Nusantara & ASEAN**
Penyair dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan beberapa delegasi tamu kehormatan akan tampil membacakan karya-karya bernuansa etnik: dari syair tradisi Melayu, pantun, gurindam, hingga puisi modern berakar kearifan lokal.
3. **Pementasan Musikalisasi Puisi**
Tim dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk komunitas binaan PERRUAS, siap mementaskan puisi dengan sentuhan musik tradisional seperti rebab, gendang, kecapi, hingga instrumen modern. Paduan ini diharapkan memperkaya interpretasi para penonton.
4. **Diskusi Sastra & Dialog Budaya**
Sesi bincang kreatif menghadirkan kurator seni, akademisi, dan seniman lintas negara. Tema utamanya: *“Memetakan Arah Puisi Etnik di Era Digital Asia Tenggara”.*
5. **Workshop Kreatif: Menulis Puisi Etnik**
Dipandu penyair senior PERRUAS, peserta diajak menyelami teknik mengekstraksi nilai tradisi ke dalam puisi kontemporer—tanpa kehilangan akar budaya.
6. **Pameran Buku dan Arsip Puisi Etnik**
Koleksi karya penyair ASEAN, rekaman perjalanan PERRUAS, serta buku-buku langka bertema budaya dan tradisi akan dipamerkan bagi publik.
7. **Penampilan Seni Tradisional Jambi**
Sebagai tuan rumah, komunitas seni Jambi turut memeriahkan lewat tari, musik, dan pertunjukan teater mini bernuansa lokal.
### **Kesiapan Para Pengisi Acara**
Para anggota PERRUAS dari berbagai negara telah menyiapkan karya terbaiknya. Latihan telah dilakukan secara berkala, baik secara virtual maupun pertemuan langsung. Beberapa penyair mempersiapkan puisi-puisi yang menggali identitas budaya, sementara kelompok musikalisasi berlatih memadukan ritme tradisi dengan sentuhan modern.
PERRUAS Indonesia—khususnya cabang Jambi—juga tengah memfinalisasi panggung tematik dengan nuansa etnik Melayu Jambi, lengkap dengan dekorasi songket, ukiran tradisional, dan pencahayaan yang memunculkan atmosfer hangat.
Harapan Menjelang Hari H
Festival ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi kreatif, wadah memperkuat identitas budaya sekaligus menjembatani kolaborasi antarpenyair ASEAN. Melalui puisi etnik, publik diajak kembali merayakan akar tradisi sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.
Jambi bersiap menjadi rumah bagi ragam suara, bahasa, dan ritme:
**Suara Nusantara yang berpadu dengan jiwa Asia Tenggara.**
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang mengalir, Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 siap menjadi perayaan budaya yang tak hanya indah, tetapi juga berkesan dalam ingatan kolektif. Demikian Prediksi kegiatan yang akan berlangsung di Jambi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
