Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Indahnya Malam di Jembatan Gentala Arasy (1432)
Koleksi

Indahnya Malam di Jembatan Gentala Arasy (1432)

Indahnya Malam di Jembatan  Gentala Arsy 

Oleh Rismalasari 

 

    Malam itu, suasana di **Jembatan Gentala Arsy** dan sekitarnya terasa berbeda — lebih hidup, lebih bermakna, dan sarat nuansa budaya. Bertepatan dengan *Festival Puisi Etnik Nusantara* tingkat internasional yang digelar di **Rumah Dinas Gubernur Jambi**, kawasan ini berubah menjadi panggung besar yang tak hanya memamerkan keindahan puisi, tetapi juga menampilkan harmoni antara seni dan warisan budaya Kota Jambi.

 

 Lokasi & Sejarah Singkat Gentala Arsy

 

     Jembatan Gentala Arsy terletak di sebrang rumah dinas gubernur Jambi tepi Sungai Batanghari menghubungkan **Kecamatan Pasar** dengan **Kecamatan Pelayangan** di Kota Jambi. Jembatan ini melintasi sungai terbesar di Pulau Sumatra, menjadi penghubung simbolik sekaligus fisik antara dua sisi kota yang dulu lebih dikenal dengan sebutan *Jambi* dan *Seberang Kota*. 

 

       Bangunan ini bukan sembarang jembatan — sepanjang ±503 meter dan lebar sekitar 4,5 meter, ia hanya diperuntukkan bagi **pejalan kaki** dan memiliki keunikan berupa lengkungan yang menyerupai huruf “S”, yang memberi pengalaman berjalan santai sambil menikmati panorama sungai dan kota. 

 

       Di salah satu ujung jembatan berdiri **Menara Gentala Arsy** setinggi sekitar 80 meter yang juga berfungsi sebagai museum sejarah Islam di Jambi, lengkap dengan koleksi artefak, manuskrip kuno, dan foto-foto tokoh serta perkembangan budaya Islam di wilayah ini. 

 

 Siapa yang Meresmikan?

 

       Jembatan dan kompleks museum ini **diperesmikan pada 28 Maret 2015** oleh **Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, H. Muhammad Jusuf Kalla**. Peresmian ini menandai Gentala Arsy sebagai ikon baru Kota Jambi, sekaligus sebagai ruang publik yang kaya fungsi: wisata, budaya, sejarah, dan ruang komunitas sosial. ([lancangkuning.com][2])

 

Nama *Gentala Arsy* sendiri punya dua makna yang indah:

 

1. **Genta (lonceng)** + **Tala (penyelaras)** + **Arsy (tempat tertinggi Allah SWT)**, yang secara filosofis menggambarkan harmoni yang menjulang tinggi;

2. Akronim dari **Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayoeti**, sebagai penghormatan kepada mantan Gubernur Jambi yang lahir di daerah tersebut. 

 

Pandangan di Malam Hari

 

      Ketika matahari tenggelam dan lampu-lampu jembatan mulai menyala, Gentala Arsy berubah menjadi pemandangan yang benar-benar memikat. Cahaya lampu artistik yang memantul di permukaan **Sungai Batanghari** membentuk siluet yang memukau, sementara refleksi warna-warni di air seolah mengajak setiap pengunjung berdiri sejenak, merasakan ritme dan getaran kota yang lain dari biasanya. 

 

    Kehadiran *festival puisi* internasional makin memperkaya malam itu. Suara bait demi bait puisi yang dibacakan di panggung kecil dekat jembatan seolah menambah makna pada setiap lekuk struktur ini — puisi dan arsitektur saling bersahutan, menghubungkan kata-kata dengan bentangan sejarah yang nyata. Kerlap cahaya dan tepian sungai menjadi kanvas hidup: tempat penikmat seni berkumpul, berdiskusi, dan menikmati suasana dalam harmoni budaya.

 

     Banyak pengunjung memilih duduk di tepi sungai *batanghari*, menyantap jajanan lokal sambil merasakan semilir angin malam yang membawa aroma air sungai. Di kejauhan, lampu-lampu kota Jambi berpendar lembut, menciptakan suasana yang tak terlupakan bagi siapa pun yang hadir. 

 

     Gentala Arsy bukan sekadar jembatan. Ia adalah **ruang hidup yang menghubungkan masa lalu dan masa kini**, sebuah panggung alami bagi puisi, dialog budaya, dan pengalaman kolektif. Dalam setiap kunjungan, terutama saat acara internasional seperti *Festival Puisi Etnik Nusantara*, Gentala Arsy kembali memantapkan dirinya sebagai jantung budaya Kota Jambi: tempat bertemunya cerita, seni, dan komunitas.

 

[1]: **(censored)** "The iconic Jambi in 24 hours - OBSERVER - the latest information about Indonesian news and social culture"

[2]: **(censored)** "Menara Gentala Arsy, Icon Wisata Budaya yang Unik di Kota Jambi Miliki Kekhasan Tersendiri | LancangKuning"

[3]: **(censored)** "Melancong ke Jembatan Terindah di Jambi, Gentala Arasy"

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post