Memori di Petronas (1434)
Memori di Petronas
Karya Rismalasari
Di bawah bayang Menara Petronas yang menjulang,
aku menyimpan jejak langkah berbagai bangsa,
bahasa bertaut di udara Kuala Lumpur,
budaya bersua tanpa saling meniadakan.
Kaca dan baja memantulkan wajah waktu,
tradisi lama dan mimpi modern saling menatap,
di sini aku bertanya pada diri sendiri:
haruskah aku bertahan, atau menyerah pada lelah?
Angin kota berbisik tentang perjuangan,
tentang jatuh yang tak selalu berarti kalah,
setiap perjumpaan mengajarkan makna,
bahwa hidup adalah dialog, bukan pelarian.
Tuhan Maha Penolong,
di antara doa yang lirih dan harap yang gemetar,
bangkitkan cahaya di langkahku yang ragu,
hingga akhir perjalanan kutahu:
harapan selalu punya jalan pulang.
(Malaysia, 29 November 2025)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
