Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengenal Candi Muaro Jambi (1428)
Koleksi

Mengenal Candi Muaro Jambi (1428)

Mengunjungi Candi Muaro Jambi

Oleh Rismalasari 

 

       Pada hari Minggu yang cerah tanggal **21 Desember 2025**, rombongan berangkat pagi dari Jambi menuju **Kompleks Candi Muaro Jambi** yang terletak sekitar 26 km di timur Kota Jambi. Suasana pagi hari memberikan nuansa sejuk di sepanjang perjalanan, dengan pemandangan persawahan serta bagian tepi Sungai *Batanghari* yang berkibar di bawah sinar matahari pagi. Setibanya di lokasi, keramaian pengunjung sudah mulai terasa — wisatawan lokal, pelajar, serta beberapa turis mancanegara tampak menjelajah berbagai candi.

 Sejarah dan Signifikansi Candi Muaro Jambi

 

   *Candi Muaro Jambi merupakan kompleks percandian bersejarah yang diperkirakan berasal dari **abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi**, era ketika budaya dan agama Buddha Mahayana berkembang kuat bersama jejak pengaruh Hindu di Nusantara. Kompleks ini dipercaya sebagai peninggalan penting dari **Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu**, yang pernah menjadi pusat perdagangan, pendidikan, dan penyebaran agama Buddha di kawasan Asia Tenggara. 

       Dengan luas mencapai hampir **3.981 hektar**, Muaro Jambi merupakan salah satu kompleks percandian terbesar di **Asia Tenggara** dan terdiri dari **lebih dari 110 bangunan candi dan menapo (gundukan tanah)**, meskipun hanya sebagian kecil yang telah dipugar dan dipelihara. 

 

       Para arkeolog menemukan bahwa kawasan ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga semacam **pusat pendidikan kuno**—dipandang oleh beberapa sejarawan serta tokoh nasional sebagai salah satu *pusat pembelajaran tertua di Asia* dalam bidang filosofi, seni, dan ilmu pengetahuan saat itu.

- Kompleks dan Struktur Bangunan

 

Kompleks Muaro Jambi membentang memanjang di tepian Sungai Batanghari, dan di dalamnya terdapat sejumlah candi yang menjadi titik utama kunjungan:

* **Candi Gumpung** — bangunan utama yang pertama dilihat pengunjung, dikenal sebagai simbol khas situs ini karena strukturnya yang masih tegak dan mencolok. 

 

* **Candi Kedaton, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, Candi Koto Mahligai, dan Candi Gedong** — masing-masing memiliki bentuk dan fungsi unik yang menunjukkan ragam kegiatan ritual, pendidikan, serta simbolisme agama Buddha di masa lampau

 

Batu bata merah menjadi bahan utama bangunan, dan struktur-struktur candi ini menarik karena berdiri tanpa penggunaan perekat modern—sebuah bukti kecanggihan teknik bangunan masyarakat kuno Nusantara. 

--Cerita Ikonik & Kesaksian

 

Sepanjang jelajah, banyak pengunjung yang terpesona oleh suasana damai dan “tenang religius” kompleks ini. Seorang pemandu lokal menceritakan bahwa dahulu lokasi ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga tempat diskusi ajaran Buddha dan ilmu pengetahuan, sehingga tak heran mengapa situs ini disebut “**universitas kuno Asia

 

Banyak pula artefak menarik ditemukan di area ini — dari arca Buddha, relief batu yang sederhana, hingga artefak seperti keramik dan tulisan kuno — yang menunjukkan hubungan luas antara Nusantara kuno dengan jaringan perdagangan dan budaya Asia lainnya. 

Kesimpulan dan Refleksi Penutu

 

   Kunjungan ke **Candi Muaro Jambi** hari itu menjadi pengalaman tak terlupakan: bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan menyelami masa lalu peradaban Nusantara yang rumit dan kaya. Kompleks ini tetap menjadi simbol sejarah besar Indonesia—baik sebagai saksi kekuatan politis dan spiritual masa lalu, maupun sebagai warisan budaya yang terus dipelajari dan dilestarikan hingga hari ini.

 

 

[1]: **(censored)** "Explore Jambi - Candi Muaro Jambi"

[2]: **(censored)** "Candi Muaro Jambi: Sejarah, Keunikan, dan Kompleks Bangunan"

[3]: **(censored)** "Muaro Jambi was oldest education center in Asia: President Jokowi - ANTARA News"

[4]: **(censored)** "Muaro Jambi Temple: The Legacy of Ancient Jambi - Sun, September 25, 2011 - The Jakarta Post"

[5]: **(censored)** "Lokasi dan Sejarah Candi Muaro Jambi - BAMS"

[6]: **(censored)** "Indonesia's Muaro Jambi Temple Compound seeks stronger protection, global attention | The Star"

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post