Rismalasari

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Parade Festival Puisi Etnik Nusantara (1433)
Koleksi

Parade Festival Puisi Etnik Nusantara (1433)

Parade Festival Puisi Etnik Nusantara 2025

Oleh Rismalasari 

       Candi Muaro Jambi menjadi saksi kemeriahan Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 pada Minggu, 21 Desember 2025. Sejak pagi hari, kawasan cagar budaya bersejarah itu dipadati para peserta festival yang mengikuti parade kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia serta negara tetangga, Malaysia. Parade ini menjadi salah satu agenda paling semarak dalam rangkaian festival puisi etnik berskala internasional tersebut.

       Parade dimulai dari titik kumpul yang telah ditentukan, bergerak perlahan menuju area utama Candi Muaro Jambi. Setiap kontingen tampil dengan busana adat khas daerah masing-masing. Sambil berjalan, para peserta menyanyikan lagu daerah secara bergantian, disertai dengan penyebutan nama provinsi atau negara asal mereka. Lagu-lagu etnik dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusantara bagian timur berpadu harmonis dengan nyanyian khas dari Malaysia, menciptakan suasana lintas budaya yang hangat dan menyentuh.

       Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi langkah para peserta. Wajah-wajah ceria tampak jelas, baik dari peserta maupun masyarakat yang menyaksikan parade. Nuansa kebersamaan, persaudaraan, dan kegembiraan terasa kuat sepanjang perjalanan hingga rombongan tiba di kawasan Candi Muaro Jambi. Kompleks percandian yang sarat nilai sejarah itu seolah hidup kembali oleh lantunan lagu daerah dan semangat puisi etnik.

        Setibanya di area candi, seluruh peserta berkumpul dengan tertib. Suasana tetap meriah namun khidmat, mencerminkan penghormatan terhadap situs warisan budaya tersebut. Parade ini tidak hanya menjadi ajang unjuk budaya, tetapi juga simbol persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan semangat Festival Puisi Etnik Nusantara.

       Melalui kegiatan parade ini, Festival Puisi Etnik Nusantara 2025 berhasil menghadirkan ruang perjumpaan budaya yang mempererat hubungan antardaerah dan antarbangsa, sekaligus menegaskan bahwa puisi, lagu, dan tradisi adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post