Resolusi Talibun Tahun 2026 (1436)
LMenyulam Resolusi 2026: Talibun, PERRUAS, dan Ikhtiar Mencatat Sejarah ASEAN
Oleh Rismalasari
Pergantian tahun selalu menghadirkan ruang hening untuk menata niat, menimbang langkah, dan merumuskan resolusi. Tahun 2026 saya sambut dengan satu tekad yang berpijak pada dunia yang saya cintai: sastra. Bersama Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS), saya menautkan harapan untuk melahirkan karya sastra jenis **talibun**, sekaligus menorehkan pencapaian besar melalui pencatatan **Rekor MURI tingkat ASEAN**.
Talibun, sebagai salah satu bentuk puisi lama Melayu, bukan sekadar rangkaian bait berirama panjang. Ia menyimpan nilai ketekunan, ketelitian, dan ketaatan pada struktur. Di sinilah resolusi itu diuji. Menulis talibun menuntut kesabaran—jumlah baris yang seimbang, keterkaitan sampiran dan isi, serta konsistensi makna. Proses ini sejalan dengan semangat PERRUAS yang selama ini merawat kesenian bukan dengan jalan singkat, melainkan melalui pendalaman dan keberlanjutan.
Target pencatatan Rekor MURI ASEAN bukan sekadar soal angka atau seremoni. Ia adalah ikhtiar kultural: mempertemukan para penulis dari negara-negara ASEAN dalam satu napas sastra Melayu serumpun. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi bukti bahwa sastra mampu melampaui batas geografis dan politik, menjelma bahasa bersama yang mempersatukan rasa, sejarah, dan harapan.
Resolusi ini tentu tidak ringan. Ada syarat penulisan talibun yang harus dipatuhi, ada mekanisme pencatatan rekor yang menuntut ketelitian administratif, dan ada tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas karya. Namun justru di situlah maknanya: bahwa pencapaian besar lahir dari disiplin kecil yang dijaga setiap hari—menulis, merevisi, berdiskusi, dan saling menguatkan di dalam komunitas.
Melalui PERRUAS, saya belajar bahwa resolusi bukan sekadar janji awal tahun, melainkan proses panjang yang dijalani bersama. Tahun 2026 saya niatkan sebagai tahun ikhtiar sastra: menulis talibun dengan sungguh-sungguh, mengajak jejaring ASEAN berpartisipasi, dan menghadirkan karya yang layak dicatat sebagai bagian dari sejarah kebudayaan.
Semoga langkah ini diberi kelancaran, kejernihan pikiran, dan kekuatan hati. Semoga setiap bait talibun yang ditulis memenuhi syarat bentuknya, jujur isinya, dan luas gaung maknanya. Dan semoga resolusi ini bukan hanya tercapai, tetapi juga membawa manfaat bagi PERRUAS, pelaku seni, dan dunia sastra Melayu di tingkat ASEAN.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
