Asyiknya Membaca Bersama
Asyiknya Membaca Besama
Tantangan hari ke-8
#tantangangurusiana
Kegiatan membaca bersama perlu dilakukan sebagai pembiasaan yang baik. Pembiasaan ini dapat dilaksanakan pada pagi hari sebelum pelajaran dimulai. Pada jenjang sekolah dasar kegiatan membaca bersama dapat melibatkan berbagai pihak untuk ikut mendukungnya.
Membaca bersama terasa sangat mengasyikkan ketika semua warga sekolah ikut melakukannya. Fasilitas yang memadai berupa buku-buku bacaan yang menarik dan tempat baca yang nyaman juga dapat menambah semangat dalam membaca bersama.
Bagi sekolah yang telah memiliki gedung perpustakaan tentu tidak begitu masalah untuk mengadakan kegiatan membaca bersama. Namun, bagi sekolah yang belum memiliki gedung perpustakaan sekolah bukan berarti tidak dapat melakukan kegiatan bermanfaat tersebut. Banyak jalan menuju Roma. Begitulah pepatah yang dapat dijadikan untuk membantu mengatasi masalah.
Keterbatasan buku-buku bacaan dan tempat membaca dapat diatasi dengan menjalin kerja sama dengan wali murid atau pihak-pihak yang peduli terhadap pentingnya membaca bersama bagi anak-anak. Gerakan Saku Sanak (Satu Buku Satu Anak) dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi keterbatasan buku bacaan. Maksudnya setiap anak membawa buku bacaan sendiri dari rumah untuk kegiatan membaca bersama. Untuk itu perlu ada kerja sama dengan wali murid.
Pada saat kegiatan membaca bersama, anak-anak bisa menggunakan buku bacaan sendiri yang dibawanya dari rumah. Setelah satu buku selesai dibaca, anak-anak bisa bertukar buku bacaan dengan temannya. Begitu seterusnya. Dengan demikian, walaupun satu anak hanya memiliki satu buku bacaan, namun ia bisa membaca banyak buku sesuai dengan banyak teman di sekolahnya.
Penggunaan halaman atau pembuatan gazebo di dekat lingkungan sekolah juga dapat menarik minat anak untuk tempat membaca bersama. Pembuatan gazebo baca dapat memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana dan mudah dijangkau. Bisa menggunakan bambu atau kayu.
Membaca bersama yang dilakukan secara serentak di halaman sekolah memang mengasyikkan. Apalagi jika selesai membaca anak-anak berkesempatan untuk saling menceritakan kembali isi bacaan yang dibacanya dalam kelompok. Dengan demikian anak-anak bisa saling bertukar cerita dengan temannya. Ketika satu anak sedang menceritakan kembali, maka anak yang lainnya menjadi pendengar. Setelah itu, mereka saling bergantian sebagai pendengar atau sebagai pencerita. Jika anak-anak diberi kebebasan untuk menceritakan isi bacaan dengan bahasa sendiri maka rasa percaya diri dan berani untuk bercerita di hadapan teman bukan lagi menjadi beban yang memberatkan akan tetapi menjadikan hal yang mengasyikkan.
Kendal, 26 Januari 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
