Mengikuti Tantangan Menguji Kesungguhan
Mengikuti Tantangan Menguji Kesungguhan
Tantangan hari ke-7
#tantangangurusiana
Tantangan menulis tanpa henti yang diselenggarakan oleh Media Guru Indonesia memang benar-benar menantang. Satu hari saja berhenti/libur tidak mengirim tulisan maka harus mengulangnya dari titik nol. Tidak bisa ditawar dan tidak ada istilah rapelan.
Namanya saja tantangan. Ya wajar kalau aturan mainnya dibuat sangat mendebarkan sehingga untuk mengikutinya diperlukan keberanian dan kesungguhan. Apa pun risikonya memang harus diterima dan dilalui. Tantangan itu bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi.
Mengikuti tantangan menulis tanpa henti bagiku sama artinya dengan menguji kesungguhan untuk terus menulis. Adanya tantangan menulis yang berbeda dari yang lain ini sebenarnya sangat menarik. Di samping mengedepankan proses, keterlibatan para pelatih dari Media Guru juga sangat patut diikuti. Mereka juga ikut menulis sehingga para peserta menjadi bersemangat. Adanya komunikasi dua arah antara pelatih dan peserta dapat menguatkan tekad untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti tantangan unik ini. Pada akhirnya hal tersebut dapat memacu semangat para peserta untuk terus menulis di blog Gurusiana. Apalagi disediakan sertifikat sebagai penghargaan bagi siapa saja yang dapat melaluinya sesuai ketentuan.
Sesibuk apa pun jika telah berniat untuk mengikuti tantangan menulis tanpa henti memang perlu kesungguhan dan disiplin diri. Kondisi capai, ngantuk, ide yang macet harus dapat diatasi jika tidak ingin gagal dalam perjalanan menuju 30 hari, 60 hari atau 90 hari.
Kendala lain untuk mengikuti tantangan menggelitik ini pasti ada. Mungkin laptop yang error, server yang ngambek atau listrik yang kurang bersahabat sehingga penulisan di malam hari menjadi terhambat.
Apalagi bagi ibu-ibu yang masih harus mengurus si kecil. Mengikuti tantangan menulis tanpa henti tentu butuh perjuangan untuk membagi waktu agar tetap dapat menulis tiap hari. Nah, di situlah kesungguhan mengikuti tantangan sedang diuji. Apakah kita mau berhenti atau tetap lanjut dan mencari solusi?
Meski banyak kendala yang dapat menghambat proses menulis, namun jika kita memiliki kesungguhan untuk menghadapinya maka keberhasilan akan dapat diraih. Sebaliknya jika kita tidak berani mengambil risiko atas tantangan yang diikuti maka kegagalan yang akan diperolehnya. Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Oleh karena itu, lebih baik kita tetap menulis, menulis, dan menulis.
Kendal, 25 Januari 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan