Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menulis Pentigraf

Menulis Pentigraf

Menulis Pentigraf

Tantangan hari ke-5

#tantangangurusiana

Menulis itu mudah. Menulis itu sulit. Masing-masing orang mempunyai pengalaman yang berbeda sehingga wajar kalau pendapat tentang menulis juga berbeda. Bagi orang yang sudah biasa menulis tentu akan tampak mudah menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Namun bagi seseorang yang belum terbiasa atau bahkan belum pernah menulis sama sekali tentang topik tertentu maka mengalami kesulitan bukanlah hal yang mustahil.

Terlepas dari pendapat bahwa menulis itu mudah atau sulit, apabila kita memang berniat untuk menulis maka tak perlu ragu untuk menulis. Tulislah apa saja yang bisa kita tulis. Yang penting tulisan kita membawa manfaat untuk kebaikan. Sesulit apa pun masalahnya, perlu kita sadari bahwa menulis itu butuh proses.

Banyak ragam bentuk tulisan yang dapat dipilih apabila seseorang akan menulis. Ada bentuk puisi, prosa, opini, kolom, essai dan pentigraf. Tulisan berbentuk pentigraf dapat dipilih sebagai alternatif bagi seseorang yang ingin memulai belajar menulis.

Pentigraf merupakan akronim dari cerita pendek tiga paragraf. Bentuk tulisan ini memang belum begitu banyak dikenal orang. Siapa pun dapat menulis pentigraf asal ada niat yang sungguh-sungguh.

Bentuk tulisan yang cukup sederhana ini hanya terdiri atas tiga paragraf. Paragraf pertama sebagai bagian awal tulisan, paragraf kedua merupakan isi dan yang ketiga menjadi bagian akhir cerita.

Tulisan dalam pentigraf bisa dimulai dari cerita-cerita nyata tentang hal-hal yang pernah dilihat, dirasa, dipikir atau dialami. Tulislah pengalaman atau peristiwa yang dekat dengan kita agar kata-kata yang akan dirangkai menjadi kalimat dapat mengalir dengan lancar. Misalkan saja menulis tentang kegemaran, kebiasaan, kegiatan sehari-hari atau tentang objek yang ada di sekeliling kita. Gunakan kata bantu tanya apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, berapa, dan bagaimana jika mulai mengalami kebuntuan/kemacetan dalam menyusun kata menjadi kalimat yang padu. Cerita yang ditulis dalam bentuk pentigraf juga dapat berupa cerita fiktif.

Mulai menulis sedikit demi sedikit dalam bentuk pentigraf tak begitu memberatkan. Tak hanya orang dewasa atau guru saja yang dapat menulis pentigraf, anak-anak usia SD juga dapat melakukannya. Selamat mencoba.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post