Sekolahku Rumah Keduaku
Sekolahku Rumah Keduaku
Tantangan hari ke-4
#tantangangurusiana
Sekolah dan rumah adalah dua tempat yang berbeda. Namun, jika dilihat dari segi fungsinya maka keduanya mempunyai kesamaan yaitu sebagai tempat untuk mendidik anak-anak. Rumah sebagai tempat pertama dan sekolah/madrasah sebagai tempat kedua untuk mendidik anak.
Kita mengenal ada tiga jalur pendidikan yaitu pendidikan informal, formal, dan nonformal. Pendidikan informal dilaksanakan di dalam rumah atau keluarga. Pendidikan formal dilaksanakan di sekolah dan nonformal dilaksanakan di masyarakat. Ketiga jalur pendidikan tersebut satu sama lain saling berkaitan. Di rumah anak-anak dididik oleh orang tua atau keluarganya. Ketika mereka masuk ke sekolah maka yang berperan sebagai pendidik adalah gurunya. Baik di rumah maupun di sekolah transformasi pendidikan sama-sama berlangsung. Itu sebabnya tak ada salahnya jika sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak. Gurunya sebagai pengganti orang tua tatkala mereka berada di sekolah.
Kalimat sekolah adalah rumah keduaku dan guruku itu orang tuaku mengandung maksud bahwa sekolah merupakan tempat bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan belajar banyak hal yang tidak diperolehnya di rumah. Ketika berada di rumah, sikap dan karakter anak sangat tergantung pada orang tua dalam mendidiknya. Demikian juga dengan pendidikan anak di sekolah. Bagaimana sikap dan karakter anak di sekolah akan tergantung bagaimana cara guru mendidiknya. Antara pendidikan di rumah dan di sekolah seharusnya saling melengkapi.
Jika di rumah anak-anak merasa bahwa rumah dan orang tua adalah miliknya maka di sekolah pun perlu ditanamkan sikap yang demikian. Sekolah merupakan tempat belajar milik bersama yang perlu dijaga kebersihan dan keamanannya. Begitu pula rasa hormat pada guru tak kalah pentingnya dengan rasa hormat pada orang tua. Guru adalah sosok yang harus dihargai dan dihormati. Ada nasihat yang sangat baik untuk dilakukan yaitu hormati orang tua dan guru. Itu artinya orang tua dan guru menduduki tempat yang sangat penting bagi anak-anak. Sebagai guru, kita perlu menjadi contoh yang baik agar anak-anak memiliki sikap dan karakter yang baik. Dengan demikian, rasa hormat pun akan tumbuh dalam hati sanubari mereka.
Rumah yang bersih dan rapi dapat menjadikan anak-anak merasa nyaman di dalamnya. Begitu pula dengan sikap dan tutur kata orang tua yang bijak dalam mendidik anaknya akan melahirkan anak-anak yang hebat. Agar anak-anak merasa bahwa sekolahku adalah rumah keduaku maka perlu diciptakan suasana sekolah yang bersih, rapi, indah, aman, nyaman, dan kekeluargaan. Libatkan anak-anak untuk ikut menjaga hal-hal tersebut sesuai dengan kemampuannya. Sebagai guru juga diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan berbagai variasi mengajar. Jadikan anak-anak sebagai pribadi yang patut dihargai. Biasakan salam, sapa, senyum, sopan, dan santun untuk menciptakan rasa saling memiliki dalam satu keluarga di sekolah.
Kendal, 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
