Bahagia dengan Tertawa
*Bahagia dengan Tertawa*
Tantangan hari ke-24
#TantanganGurusiana
Bahagia itu sederhana. Kalimat tersebut seolah begitu ringan untuk diucapkan. Tua, muda atau balita tentu menginginkan hidup bahagia. Canda dan tawa adalah penandanya.
*Ukuran Bahagia*
Hidup bahagia adalah dambaan semua insan baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja tolok ukur kebahagiaan masing-masing orang itu berbeda-beda. Harta, tahta, dan wanita sering dijadikan ukuran kebahagiaan hidup di dunia. Mengapa? Ya, karena ketiganya memang memiliki daya tarik tersendiri yang dapat mendatangkan kebahagiaan.
Harta yang cukup dapat memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Hidup yang berkecukupan dapat berarti terlepas dari penderitaan dan kemiskinan. Begitu pula dengan tahta. Seseorang dengan tahta yang tinggi tentu akan memperoleh penghormatan dan fasilitas hidup yang lebih baik daripada orang yang tidak bertahta. Sedangkan wanita, kenapa ia termasuk dalam kriteria ukuran kebahagiaan hidup seseorang?
Sosok wanita itu unik. Berbagai kelebihan ada padanya. Dari bentuk tubuh, cara bicara, dan tindak tanduknya memang menarik untuk dibicarakan. Tanpa wanita dunia ini akan sepi. Diakui atau tidak, di mana berkumpul banyak wanita maka di situlah keindahan dan keramaian akan terasa. Saling bercakap diantara mereka dapat menghangatkan suasana. Ada saja sesuatu yang bisa dijadikan bahan cerita.
Memasuki zaman now kini para wanita tampak lebih bahagia menikmati dunianya. Terlebih jika mereka berkumpul dalam satu kelompok atau komunitas tertentu. Tak hanya bercerita dan bercanda saja yang mereka lakukan. Di sela-sela istirahat atau selesainya suatu kegiatan dalam perkumpulan, tak sedikit yang memanfaatkan waktunya untuk saling mengekspresikan rasa bahagianya dengan berbagai akting di depan kamera. Senyum dan tawa pun selalu menghias bibir seolah tak menghiraukan berapa usianya. Lucu dan lugu berbaur jadi satu.
*Wujudkan Bahagia*
Bahagia itu bisa diwujudkan dengan berbagai rupa. Ada yang mengekspresikan rasa bahagia dengan tertawa terbahak-bahak, ada yang bertepuk tangan, bersorak sorai, berjingkrak-jingkrak atau dengan mengangkat satu kaki bersama-sama sambil dijulurkan ke depan.
Bagaimana seorang menunjukkan rasa bahagia itu menjadi hak mereka. Bagi wanita, tak ada larangan untuk hidup bahagia. Bahagia lahir dan batin sangatlah didamba. Hadirnya seorang anak di tengah-tengah keluarganya akan menjadikan wanita merasa bahagia. Apalagi hidup bersama pendamping setia yang penuh dengan tawa jelas merupakan sumber rasa bahagia bagi siapa saja yang perlu dipertahankan selama hidupnya.
Kebahagiaan seseorang memang ada kalanya terusik. Maka dari itu, saat kita sedang berbahagia kita tak perlu berlebihan untuk menunjukkannya. Cukuplah sebatas ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Pemberi Kebahagiaan yang sebenarnya. Akan lebih baik jika kita mau membagikan kebahagiaan dengan sesama. Semoga tak sampai terjadi kebahagiaan kita terjadi di atas penderitaan orang lain
Kendal, 11-02-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
