Jurus Tunggal Perpaduan Seni dan Olah Raga
Jurus Tunggal Perpaduan Seni dan Olah Raga
Tantangan hari ke-18
#TantanganGurusiana
Memasuki tantangan menulis pada hari ke-18 tanpa henti bukan berarti tanpa kendala bagiku. Waktu yang harus dibagi dengan kegiatan-kegiatan lain membuatku untuk memilih menulis sesuatu yang dekat dengan aktivitas keseharian saja. Kali ini aku tulis tentang pertandingan jurus tunggal yang kusaksikan dalam Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Sekolah Dasar kemarin siang.
Jurus tunggal merupakan salah satu cabang olah raga yang ikut dipertandingkan dalam Popda sejak beberapa tahun yang lalu. Olah raga ini termasuk bagian dari cabang pencak silat yang unik. Dikatakan demikian karena jurus tunggal berbeda dari olah raga yang lainnya. Ketika seorang atlit sedang tampil di gelanggang, baik putra maupun putri tidak tampak berhadapan/beradu kekuatan secara langsung dengan lawan untuk saling menyerang atau menjatuhkan. Peserta hanya memperagakan jurus-jurus pencak silat yang begitu indah seorang diri. Itu sebabnya disebut jurus tunggal.
Dalam pertandingan pencak silat, jurus tunggal termasuk katagori seni. Ada juga jurus lainnya yaitu jurus ganda dan regu. Ketiganya biasa disingkat dengan TGR (Tunggal, Ganda, Regu). Jurus tunggal tak hanya dikenal di Indonesia saja. Buktinya dalam pertandingan olah raga tingkat internasional pun ikut dipertandingkan. Kita patut berbangga karena olah raga yang berakar dari warisan budaya bangsa Indonesia ini ternyata dapat menjadi olah raga yang mendunia.
Menyaksikan pertandingan jurus tunggal sama artinya dengan menyaksikan pertunjukkan seni. Meskipun gerakannya berupa tendangan, pukulan, tangkisan, loncatan, dan gerak-gerak olah raga lainnya, namun di dalamnya terdapat unsur seni. Unsur seni dan keindahan itu tercermin dalam gerakan yang tampak meliuk-liuk dengan irama dan tempo yang bervariasi serta kostum yang berwarna menarik. Apalagi bagi peserta putri yang biasanya tampil dengan wajah bermake up sewajarnya dapat menambah indahnya penampilan. Meskipun begitu, penampilan para peserta tetap mengutamakan kebenaran dan kemantapan gerak. Jurus tunggal memang layak dikatakan sebagai perpaduan antara unsur seni dan olah raga.
Secara umum, atlit jurus tunggal mengenakan kostum tak seperti olah raga lainnya. Jika olah raga pada umumnya berkostum kaos dan sepatu, jurus tunggal justru mengenakan kostum baju dan celana panjang yang longgar. Kelengkapan pakaiannya berupa kain samping sebagai penutup bagian perut dan ikat kepala yang tidak ditentukan corak dan warnanya. Alat yang digunakan berupa golok dan toyak. Toyak adalah senjata sejenis tongkat yang terbuat dari rotan dengan ukuran yang ditentukan. Hal inilah yang menjadikan kekhasan jurus tunggal sebagai salah satu cabang olah raga. Meski tidak ada aturan tentang warna pakaian, namun warna hitam polos banyak dipilih oleh peserta jurus tunggal di Indonesia saat bertanding.
Peserta pertandingan jurus tunggal melakukan gerakannya di atas matras dengan ketebalan minimal 3 cm hingga 5 cm. Gelanggangnya berbentuk persegi dengan ukuran 10 m x 10 m. Dengan demikian ketika sedang melakukan pertandingan, peserta tidak boleh keluar dari batas gelanggang yang telah ditentukan.
Ada tiga gerakan yang wajib dilakukan dalam jurus tunggal yaitu jurus tangan kosong, jurus golok, dan jurus toyak. Masing-masing jurus harus diperagakan secara urut, benar, dan mantap. Jurus tangan kosong terdiri atas 7 jurus, golok 3 jurus, dan toyak 4 jurus. Masing-masing jurus memiliki jumlah gerakan yang berbeda-beda dan jika dijumlah seluruhnya ada 100 gerakan. Waktu penampilan ditentukan 3 menit lamanya.
Para atlit jurus tunggal pemula biasanya ada yang masih kesulitan dalam mengatur waktu main. Beruntung dalam pertandingan jurus tunggal ada toleransi kekurangan atau kelebihan waktu. Meski demikian, jika kekurangan atau kelebihan waktu tampil melebihi 30 detik maka peserta akan terkena sanksi berupa diskualifikasi. Kasihan juga ya, tetapi begitulah aturannya.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
