Pemberdayaan PSM
Pemberdayaan PSM
Tantangan hari ke-17
#TantanganGurusiana
Penyelenggaraan pendidikan pada suatu sekolah tidak dapat terlepas dari keterlibatan para pemangku kepentingan (steakholder). Selain pengelolaan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) dan pembelajaran yang baik, PSM juga perlu diberdayakan. Tanpa dukungan dari PSM maka program-program sekolah dapat mengalami kendala dalam pelaksanaannya.
PSM merupakan singkatan dari Peran Serta Masyarakat. Anggotanya terdiri atas para wali murid dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam organisasi komite sekolah. Keberadaannya sangat berarti bagi sekolah untuk membantu pencapaian program yang direncanakan bersama. Keterlibatan mereka tidak hanya terbatas pada memberikan bantuan berupa sumbangan uang saja. Namun, bantuan pikiran, tenaga, dan material juga sangat dibutuhkan demi kemajuan sekolah. Oleh karena itu pemberdayaan PSM menjadi penting untuk dilakukan.
Keterlibatan PSM dalam usaha untuk memajukan pendidikan di sekolah dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. Melalui pembentukan paguyuban kelas atau paguyuban orang tua murid, kegiatan PSM dapat dilakukan lebih efektif. Paguyuban kelas/orang tua murid anggotanya terdiri atas para orang tua murid dalam satu kelas. Mereka dapat diberdayakan untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada di kelas masing-masing.
Pemberdayaan PSM oleh suatu sekolah perlu dilakukan secara terarah. Diawali dengan mengadakan rapat perencanaan bersama antara guru, kepala sekolah, dan PSM akan memudahkan langkah dalam upaya menggali potensi yang dimiliki para wali murid. Wali murid adalah mitra sekolah. Diantara mereka tentu memiliki potensi masing-masing yang dapat diberdayakan untuk membantu meningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anaknya. Wali murid yang memiliki keahlian pada bidang tertentu dapat dijadikan sebagai narasumber dalam proses pembelajaran. Tidak hanya itu, wali murid juga dapat dilibatkan untuk menyumbangkan ide/gagasan dan tenaganya dalam rangka menciptakan lingkungan kelas dan sekolah yang asri dan indah.
Kemajuan suatu sekolah dapat ditandai dengan adanya berbagai perubahan. Prestasi belajar anak yang meningkat, perubahan fisik sekolah yang semakin tertata, dan pemenuhan sarana/prasarana sekolah yang memadai merupakan perubahan-perbahan yang diharapkan oleh banyak pihak. Untuk mencapai hal tersebut, wali murid sebagai bagian dari PSM dapat dilibatkan untuk membantu menyumbangkan ide/gagasan, tenaga, pikiran, biaya maupun material dengan prinsip suka rela.
Pada jenjang Sekolah Dasar di daerah pedesaan para wali murid dapat memainkan peran sesuai dengan kemampuannya. Salah satu karakteristik masyarakat di daerah pedesaan yang menonjol adalah kentalnya budaya gotong royong. Mereka dapat dilibatkan untuk melakukan berbagai kegiatan. Ada pun kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: penataan kelas, pembuatan pojok baca, perbaikan meja dan kursi yang telah rusak, pengecatan dinding kelas, pengadaan sarana budaya baca, pengadaan pot-pot bunga, pembuatan gazebo atau taman baca, dan perawatan lingkungan sekolah agar tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.
Komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan wali murid dapat memacu semangat mereka untuk bergerak maju melakukan kegiatan demi kemajuan sekolah. Motivasi dan penghargaan terhadap keterlibatan wali murid dalam melaksanakan program pemberdayaan PSM perlu dilakukan pihak sekolah sebagai bentuk timbal balik (feedback) atas dukungan yang telah mereka lakukan. Monitoring dan evaluasi dari pihak sekolah juga perlu dilakukan karena hal ini dapat berdampak pada ketepatan sasaran kegiatan. Begitu pula dengan adanya transparansi dan akuntabilitas anggaran akan menambah kepercayaan dari pihak wali murid kepada sekolah dalam pengelolaan sumber dana. Jika sudah demikian, diharapkan para wali murid akan merasa bahwa sekolah adalah milik bersama yang harus dijaga dan dirawat bersama. Pemberdayaan PSM menjadi perekat hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat di sekitarnya.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
