Pengembangan Karakter Melalui Pembiasaan Menyenangkan
Pengembangan Karakter Melalui Pembiasaan Menyenangkan
Tantangan hari ke-21
#TantanganGurusiana
Karakter sering disebut juga dengan istilah budi pekerti. Ada 5 jenis karakter bangsa yang perlu dimiliki anak untuk menuju generasi emas 2045. Kelima jenis karakter yang dimaksud adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Masing-masing nilai karakter memiliki subnilai yang mencerminkan sikap, pola pikir, dan perilaku yang harus dikembangkan.
*Pengembangan Karakter*
Pengembangan karakter bangsa di sekolah tidak hanya mengajarkan hal-hal yang benar dan hal-hal yang salah saja akan tetapi yang lebih penting adalah adanya pembiasaan (habituasi). Meskipun pengembangan pendidikan karakter merupakan bagian dari proses pembelajaran, namun faktor pembiasaan terasa lebih efektif untuk dilakukan.
Pembiasaan (habituasi) karakter di sekolah membutuhkan teladan dari guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. Hal ini sesuai dengan semboyan pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Semboyan tersebut mengandung arti bahwa dalam proses pendidikan hendaknya di depan guru bisa menjadi contoh atau teladan, di tengah-tengah memberikan semangat pada anak didiknya, dan dari belakang mau memberikan dorongan.
Pendidikan karakter bangsa di sekolah dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler, dan pembiasaan melalui budaya sekolah. Pembiasaan dapat dilakukan melalui kegiatan rutin atau kegiatan spontan. Rutinitas kegiatan pengembangan karakter perlu dijadwalkan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi masing-masing sekolah.
*Pembiasaan Menyenangkan*
Beberapa cara dapat dilakukan sebagai pembiasaan dalam mengembangkan karakter bangsa. Salah satu diantaranya yaitu melalui kegiatan bersama. Dalam kegiatan bersama, guru dapat mengajak anak-anak melakukan satu kegiatan di halaman sekolah. Kegiatan dapat dikemas dalam bentuk permainan dan pembuatan komitmen bersama. Nyanyian, yel-yel atau berbagai jenis tepuk tangan juga dapat diselipkan dalam kegiatan sehingga anak-anak merasa senang. Kegiatan dapat dilakukan secara berurutan.
Pengembangan karakter religius yang mencerminkan keimanan terhadap Tuhan Yang Mahaesa dapat diwujudkan dengan melakukan doa bersama sesuai dengan agama yang dianut oleh masing-masing anak. Dalam barisan yang rapi anak-anak bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau lagu-lagu nasional yang diiringi musik sebagai wujud pengembangan karakter nasionalis. Rasa cinta tanah air dan menghargai ragam budaya bangsa dapat ditanamkan menjadi hal yang menyenangkan.
Pengembangan pendidikan karakter perlu memperhatikan olah rasa/hati, olah pikir, olah karsa, dan olah raga. Oleh karena itu, kegiatan senam bersama dapat dipilih sebagai bentuk pengembangan olah raga. Selesai berolah raga (senam) anak-anak membentuk kelompok untuk mengekspresikan ragam budaya yang dikenalnya melalui lagu-lagu daerah atau jenis gerak tari nusantara yang telah dipelajarinya dalam kelas. Di sinilah keceriaan anak-anak akan muncul tanpa dipaksakan. Apalagi jika masing-masing guru mendampingi kelompok dalam bentuk lingkaran sambil membimbing anak menyuarakan yel-yel dan berbagai tepuk yang bervariasi setelah atau sebelumnya.
Pengembangan jiwa kemandirian dapat dilakukan dengan memberikan tugas yg harus dilakukan sendiri oleh masing-masing anak. Tugas disesuaikan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan di dalam kelas. Misalkan saja anak disuruh menceritakan kebiasaan baik yang sudah dilakukan di rumah secara jujur kepada teman sebelahnya. Atau dapat juga guru menciptakan suatu kegiatan yang memungkinkan anak untuk berani, kreatif, dan mau berjuang. Kemudian kegiatan bisa dilanjutkan dengan bersih lingkungan secara bersama-sama sebagai wujud pengembangan karakter gotong royong.
Mengakhiri kegiatan bersama di halaman sekolah, anak-anak dapat diajak membuat komitmen bersama untuk mencintai kejujuran, kebenaran, kesetiaan, tanggung jawab, keadilan, anti korupsi, dan menghargai sesama. Sub-subnilai integritas tersebut dapat ditunjukkan dalam ucapan maupun tindakan nyata. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan bersama-sama dengan kreatif dan bervariasi akan menjadikan pengembangan karakter sebagai pembiasaan yang menyenangkan.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
