Pusling Datang Hatiku Senang
*Pusling Datang Hatiku Senang*
Tantangan hari ke-27
#TantanganGurusiana
Pusling akronim dari Perpustakaan Keliling. Sesuai dengan namanya, Pusling melayani kebutuhan membaca buku bagi anak-anak di sekolah secara berkeliling. Biasanya satu bulan sekali Pusling datang ke sekolah dengan mobil sarat dengan buku-buku bacaan.
*Aku Baca, Aku Pintar, Aku Berprestasi*
Tulisan aku baca, aku pintar, dan aku berprestasi yang tertera pada mobil Pusling sangat menarik untuk memotivasi seluruh warga sekolah agar memiliki kegemaran membaca. Apalagi bagi anak-anak yang haus akan ilmu pengetahuan. Guru, kepala sekolah, dan siswa perlu memiliki kegemaran membaca agar menjadi pintar dan dapat mengantarkannya menjadi insan-insan yang berprestasi. Dalam banyak hal, prestasi dapat diperoleh berawal dari kegemaran membaca buku.
Kegemaran membaca buku perlu dibangun sejak usia dini melalui pembiasaan. Kemampuan memahami isi bacaan tidak lepas dari kegemaran membaca. Orang-orang yang memiliki kegemaran membaca buku dijuluki kutu buku. Kegemaran membaca bagi anak-anak memerlukan sarana berupa bahan bacaan. Salah satu diantaranya adalah buku bacaan anak.
Banyak ragam jenis buku bacaan untuk anak-anak. Ada buku cerita anak, cerita pendek, cerita dunia binatang (fabel), cerita asal usul terjadinya suatu tempat atau daerah (legenda) dan masih banyak ragam bacaan lainnya. Ragam buku cerita tersebut cocok menjadi bahan bacaan anak. Pembiasaan membaca buku di kelas awal dapat menggunakan ragam buku berjenjang dan buku besar (big book). Buku-buku tersebut berguna untuk mempermudah belajar membaca. Selain itu, juga dapat menjadi sarana untuk menarik perhatian anak agar memiliki kegemaran membaca.
Ketersediaan buku-buku bacaan anak dapat menunjang kegiatan pembiasaan membaca. Pembiasaan membaca bersama di halaman sekolah dapat dilakukan agar anak merasa senang untuk membaca buku. Dengan memiliki rasa senang membaca buku diharapkan anak menjadi pintar dan berprestasi. Anak-anak yang berprestasi adalah harapan masa depan bangsa. Mereka harus bisa bersaing dalam mengenal dunia. Buku adalah jendela dunia dan membaca itulah yang menjadi kuncinya.
*Sumber Bacaan*
Sumber bacaan paling umum adalah perpustakaan. Namun, belum semua sekolah mempunyai gedung perpustakaan sendiri. Padahal di dalam perpustakaan anak-anak dapat membaca berbagai buku, surat kabar, majalah, dan sumber bacaan lainnya. Meski sekarang telah banyak sumber-sumber bacaan elektronik akan tetapi keberadaan perpustakaan sebagai sumber bacaan tetap diperlukan. Bagaimana jika sekolah belum atau tidak memiliki gedung perpustakaan sekolah? Tentu berbagai upaya perlu dilakukan untuk memenuhi ketersediaan buku bacaan dan menumbuhkan minat baca anak. Mengajukan proposal pengadaan gedung perpustakaan ke pihak dinas terkait sangatlah tepat. Atau jika tidak memungkinkan adanya lahan untuk membangun gedung perpustakaan, maka bisa mengajukan permohonan kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah setempat untuk mendapatkan layanan perpustakaan keliling.
Jangan lupa dampingi anak-anak ketika mobil layanan perpustakaan keliling datang. Guru dan seluruh warga sekolah lainnya perlu menyambutnya dengan gembira. Biarkan anak-anak bebas memilih dan meminjam buku bacaan yang disukainya. Catatlah segala aktivitas yang terjadi saat ada Pusling datang. Abadikan dalam bentuk foto sebagai dokumentasi nyata.
Tidak ada gedung perpustakaan bukan berarti tak punya sumber belajar. Kedatangan Pusling dapat membantu layanan membaca dan meminjam buku-buku bacaan. Banyaknya buku dengan beragam judul dan ketebalan disertai gambar-gambar yang menarik akan membuat anak menjadi senang membaca. Dengan demikian, kedatangan Pusling menjadi harapan yang menyenangkan bagi anak-anak dan seluruh warga sekolah lainnya.
Kendal, 14-02-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
