Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sundamanda Pelangi

Sundamanda Pelangi

Sundamanda Pelangi

Tantangan hari ke-14

#TantanganGurusiana

Sundamanda adalah nama salah satu jenis permainan tradisional yang ada di daerah Jawa Tengah. Permainan yang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak ini ada juga yang menyebutnya Engklek. Permainan ini pada umumnya dilakukan di luar ruangan. Tempat yang digunakan untuk permainan yang membutuhkan energi untuk meloncat dengan satu kaki ini bisa dilakukan di tanah kosong atau di halaman sekolah. Bisa juga dilakukan di dalam ruangan. Namun, hal ini tidak lazim karena kebanyakan anak-anak lebih suka memainkannya di luar ruangan.

SDN 2 Kalilumpang yang berada di wilayah Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, Jawa Tengah memanfaatkan halaman sekolah yang cukup luas untuk arena bermain Sundamanda Pelangi saat anak- anak beristirahat. Selain berfungsi sebagai sarana bermain bagi anak-anak, arena ini juga dibuat untuk mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional yang merupakan salah satu bagian dari budaya warisan leluhur bangsa Indonesia.

Waktu istirahat adalah waktu yang efektif untuk melepas penat setelah beberapa jam mengikuti pelajaran. Untuk menyegarkan kembali (refresh) daya ingat anak-anak perlu dilakukan kegiatan yang santai dan menggembirakan. Sundamanda Pelangi itulah yang biasa dilakukan oleh anak-anak saat istirahat.

Sundamanda bisa dilakukan oleh semua anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Bentuk arenanya seperti pesawat dan pada bagian ujung dibuat setengah lingkaran. Tempat untuk meloncatnya berbentuk segi empat. Alat yang digunakan dalam permainan ini disebut gandu atau gaco. Gandu biasanya menggunakan pecahan genteng atau pecahan piring beling. Bermain Sundamanda tidak perlu biaya. Pembuatan arenanya tinggal membentuk garis-garis segi empat di atas tanah dengan menggunakan pecahan genteng atau pecahan piring beling tersebut.

Sundamanda Pelangi tak ubahnya dengan Sundamanda pada umumnya. Bedanya hanya pada segi empat yang diberi warna sesuai urutan warna-warna pelangi. Urutan warna tersebut adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna pelangi dibuat dari cat. Di samping untuk menarik perhatian, warna yang bermacam-macam itu juga untuk sarana bermain sambil belajar. Saat bermain, anak-anak bisa sambil menghafal warna-warna pelangi.

Cara memainkan Sundamanda Pelangi cukup mudah. Pesertanya juga tidak perlu terlalu banyak agar giliran main tidak terlalu lama. Pertama anak-anak menentukan giliran main dengan melakukan hompimpa terlebih dahulu. Hompimpa adalah istilah lain ketika membolak-balikkan tangan untuk menentukan urutan. Siapa yang melakukan dengan posisi tangan berbeda itulah yang berhak main terlebih dahulu. "Hompimpa alaihom gambreng, yang menang pakai baju loreng." Begitulah pada umumnya kalimat yang diucapkan anak-anak secara kompak mengawali penentuan giliran.

Setelah menentukan giliran, mulailah anak-anak bermain sesuai gilirannya. Gandu atau Gaco dilempar ke dalam segi empat secara urut dari nomor 1 yang berwarna merah kemudian anak meloncat pada segi empat yang berikutnya sampai selesai dan balik kembali mengambil gandu tersebut untuk dilempar ke segi empat kuning. Jika lemparan gandu meleset atau keluar dari segi empat maka giliran anak yang lain untuk bermain. Begitu seterusnya.

Apabila semua segi empat telah terlewati oleh loncatan maka langkah berikutnya adalah mencari sawah dengan cara melempar gandu di bagian ujung arena dengan posisi badan menghadap ke belakang. Gandu dilempar ke belakang lewat atas kepala. Jika gandu jatuh tepat di dalam segi empat maka si pemain berhak atas segi empat tersebut sebagai sawahnya dan tidak boleh dilalui pemain lain.

Permainan Sundamanda Pelangi dapat untuk melatih kekuatan fisik anak. Di samping itu juga dapat untuk melatih budaya antre, sabar, jujur, dan mau menghargai teman. Dengan demikian melalui permainan Sundamanda Pelangi penanaman pendidikan karakter bangsa dapat dibentuk secara alami.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post