Tangga Pengingat
*Tangga Pengingat*
Tantangan hari ke-39
#TantanganGurusiana
Entah mengapa hari ini ada tiga kata yang berkaitan dengan tangga yang membuatku tertarik untuk menulisnya. Tiga kata tersebut adalah rumah tangga, rukun tetangga, dan anak tangga. Ketiganya benar-benar menjadi pengingat bagiku.
*Rumah Tangga dan Rukun Tetangga*
Pagi-pagi seseorang ingin menemuiku untuk suatu urusan. Ternyata ada hubungannya dengan kehidupan berumah tangga. Kuterima dan kudengarkan dengan saksama. Tak mengapa yang penting bukan menggunjing. Ternyata, anaklah yang ingin ia perbincangkan demi masa depan.
Rumah tangga yang satu dengan rumah tangga yang lain memang berbeda-beda. Dalam sebuah rumah tangga, perselisihan kadang terjadi dan tak jarang yang dapat menimbulkan suatu masalah. Namun, besar kecilnya masalah itu tergantung pada masing-masing pihak yang mengalaminya. Ada yang menganggap masalah dalam rumah tangga itu sebagai bumbunya rumah tangga tetapi ada pula yang mengakibatkan suatu masalah berujung pada kegagalan seseorang dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Setelah perbincangan selesai, orang tersebut yang tak lain adalah seorang kakek yang peduli dengan cucunya yang masih kecil-kecil segera meminta diri. Aku jadi merasa iba mendengarkan cerita si kakek tadi. Aku pun berpikir dan kujadikan pembicaraan tadi sebagai pengingat bahwa dalam hidup berumah tangga, mau menerima kekurangan dan kelebihan pasangan adalah kunci yang perlu dipegang agar sebuah rumah tangga tetap terjaga. Anak sebagai amanah dari Yang Maha Kuasa jangan sampai menjadi korban gagalnya rumah tangga.
Lain rumah tangga lain pula dengan Rukun Tetangga (RT). Pulang dari sekolah segera aku mandi dan berganti pakaian. Aku harus menghadiri undangan pertemuan ibu-ibu anggota Rukun Tetangga (RT). Tepat
sampai di rumah Bu RT acara segera dimulai. Setelah menyanyikan Mars PKK bersama-sama, acara dilanjutkan dengan penyampaian informasi atau berbagi pengalaman bersama. Bu Sri namanya, tampil menyampaikan sesuatu yang cukup berharga sebagai pengingat dalam hidup bersama dalam Rukun Tetangga (RT). Beliau menyampaikan bahwa dalam hidup bertetangga kita seharusnya saling mengenal satu sama lain dan selalu hidup rukun. Jika ada tetangga yang sakit kita seharusnya menengok dan jika ada tetangga yang meninggal dunia kita seharusnya melayatnya.
Cukup sederhana memang, apa yang disampaikan oleh Bu Sri selaku orang yang dituakan di lingkungan RT tempat tinggalku. Namun sangat bermanfaat sebagai pengingat bagi kita semua bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, sesibuk apa pun kita, bersosialisasi dengan tetangga adalah hal penting yang perlu dilakukan.
*Anak Tangga*
"Brug....!"
Terdengar suara mengagetkan ketika kuterjaga dari tidurku untuk istirahat setelah seharian merasa capai karena tugas ini dan itu. Segera aku keluar kamar dan mencari sumber suara yang cukup mendebarkan hati.
Aku segera mencari suamiku yang dari tadi sedang memperbaiki atap seng di tempat penyimpanan sepeda motor. Perasaanku tidak enak karena biasanya aku selalu menemaninya. Aku biasa membantu menjaga anak tangga agar tidak meleset ketika ia menaikkinya untuk suatu keperluan.
Benar dugaanku. Suami masuk ke rumah dengan menahan rasa sakit sambil memegangi pinggangnya. Aku sangat khawatir karena suami mengatakan kalau dirinya jatuh terduduk. Aku semakin khawatir. Si kecilku segera menjerit dan menangis begitu melihat ayahnya mengaduh sambil sesekali menahan nafas. Kasur busa segera digelar di ruang tengah dan kututup serta kurapikan dengan sprei. Kusiapkan pula sebuah bantal. Lalu dengan segera suami menelungkupkan badan. Sambil menahan panik kucoba menenangkan dan memijat semampunya untuk mengurangi rasa sakitnya. Sulungku segera memanggil tetangga yang kebetulan punya keahlian memijat. Tak lama berselang, datanglah si tetangga lalu diurut dan dipijatlah kaki dan pinggang suamiku hingga ke seluruh badannya.
Lega hatiku karena tak tampak ada cedera yang menimpa. Suami kembali ceria dan dapat melakukan aktivitasnya kembali. Semoga tak terjadi lagi peristiwa jatuh dari anak tangga. Memang sungguh perlu kehati-hatian ketika seseorang menaikki anak tangga. Perlu alas agar tak sampai anak tangga meleset ketika sedang dinaikki.
Dari tiga kata tangga itulah ternyata dapat kujadikan pengingat bahwa dalam sebuah rumah tangga rasa saling membantu, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing menjadi hal penting yang perlu dimiliki. Begitu pun dalam hidup bertetangga, rukun dan tolong menolong merupakan hal utama yang perlu dijaga sehingga ketika kita membutuhkannya, tetangga akan sudi menolongnya. Termasuk ketika kita terjatuh dari anak tangga. Terima kasih semuanya.
Kendal, 26-02-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
