Tertarik Menulis Haiku
*Tertarik Menulis Haiku*
Tantangan hari ke-32
#TantanganGurusiana
Candamu rindu
Jeritmu mendayu
Malamku sunyi
Tanpa judul, puisi di atas memang cukup ditulis dalam 3 (tiga) baris kalimat saja untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan. Puisi tersebut menggambarkan seseorang yang sedang merindukan temannya yang suka bercanda dan suka menjerit. Suaranya merdu dan mendayu sehingga ketika malam terasa sunyi membuat penulis teringat dengan si teman dan merasa rindu untuk bertemu lagi.
*Menulis Haiku*
Pernahkah terbersit dalam pikiran kita tentang haiku? Haiku ternyata merupakan jenis puisi yang ditulis tanpa judul. Satu bait hanya terdiri atas 3 (tiga) baris. Kalimatnya singkat, padat, dan saling menyambung namun terdapat loncatan pada baris ketiga.
Haiku berasal dari Jepang.
Jenis karya sastra ini termasuk puisi tentang alam, tentang keterkaitan antara manusia dengan musim, manusia dengan sesama, manusia dengan Tuhan, dan lingkungan di sekitarnya. Bentuk dasar haiku berpola 5-7-5. Maksudnya, selain hanya
terdiri atas 3 (tiga) baris, menulis haiku juga dibatasi oleh jumlah suku kata.
Untuk baris pertama dibatasi oleh 5 (lima) suku kata, baris kedua 7 (tujuh) suku kata, dan baris ketiga juga 5 (lima) suku kata. Antara baris kesatu dan kedua harus ada keterkaitan atau kesinambungan makna. Sedangkan pada baris ketiga merupakan kata yang meloncat dari kalimat kesatu dan kedua. Namun, tetap masih ada kesinambungan makna.
Menulis haiku ternyata gampang-gampang susah. Kenapa? Ya, karena cukup 3 (tiga) kalimat saja akan tetapi menyusun kalimat yang singkat, padat, dan mewakili makna yang dibatasi jumlah suku kata itulah yang membuatnya terasa susah.
Ketika kita selesai menulis baris kesatu dan kedua, maka untuk menulis baris yang ketiga kita harus memilih kata yang berbeda jenis (istilah meloncat). Misalkan pada baris kesatu dan kedua telah menulis kata yang menunjukkan kata benda atau kata sifat maka untuk baris ketiga kita bisa meloncat dengan memilih jenis kata keterangan atau jenis kata lainnya yang berbeda.
*Haiku itu Menarik*
Meski hanya tiga baris yang diperlukan dalam menulis haiku, namun bukan berarti seseorang tidak boleh menulis lebih dari itu. Menulis haiku bisa lebih dari satu bait. Ketika akan menulis bait lagi maka perlu membubuhkan tanda pagar (#) sebagai penanda/pengganti judul haiku yang satu dengan haiku yang lainnya. Hal ini dikarenakan pada penulisan haiku tidak menggunakan judul. Menarik bukan?
Meski hanya terdiri atas 3 (tiga) baris, menulis haiku juga perlu memperhatikan unsur-unsur puisi karena haiku juga termasuk puisi. Adanya unsur lahir dan unsur batin akan menjadikan haiku menarik untuk dibaca.
Unsur lahir meliputi kata, larik, bait, bunyi, dan makna. Sedangkan unsur batin meliputi tema, rasa, nada, suasana, dan amanat. Pemilihan kata (diksi) sangat berpengaruh pada rasa keindahan. Unsur lahir dan batin dalam haiku jika diramu dalam kalimat-kalimat yang mudah dimengerti namun sulit ditebak maknanya merupakan daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Itulah sekilas haiku yang penulis rangkum sebagai hasil bimbingan dan latihan baca tulis sastra bersama rekan-rekan guru untuk meningkatkan pemahaman tentang puisi (haiku).
Kendal, 19-02-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan