Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ada Hikmah Belajar di Rumah
Orang tua mendampingi belajar di rumah.

Ada Hikmah Belajar di Rumah

Ada Hikmah Belajar di Rumah

Tantangan hari ke-68

#TantanganGurusiana

Belajar di rumah bagi sebagian anak terasa menyenangkan. Seperti yang diakui Nasywa seorang bocah kecil kelas 3 (tiga) Sekolah Dasar mengaku senang belajar di rumah ketika ditanya gurunya saat kunjungan rumah. Kepolosan jawaban yang keluar dari anak ketiga dalam keluarganya itu bukan tanpa alasan.

Ia merasa senang karena di rumah bisa belajar dengan bebas. Di samping itu, belajar di rumah bisa sambil berkumpul dengan keluarga. Walau tidak didampingi oleh guru, namun tugas dikerjakannya dengan senang hati dan mandiri. Orang tua ikut mendampingi.

Lain halnya dengan Zaidan yang juga masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2 (dua). Ia mengaku lebih suka belajar di sekolah. Alasannya karena di sekolah banyak temannya. Namun begitu, ia tetap menikmati hari-harinya di rumah dengan berteman gawai di tangan. Tugas pun dikerjakan meski harus didampingi orang tuanya.

Antara senang dan tidak senang belajar di rumah bagi anak-anak perlu kita pahami bersama. Dunia anak identik dengan dunia bermain. Begitu pun dengan berbagai aktivitas yang memerlukan banyak gerak. Berlari, bermain atau bersenda gurau bersama teman di saat istirahat adalah aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan anak-anak di sekolah.

Kini segala aktivitas anak-anak menjadi terbatas. Hari-hari yang biasanya diisi dengan bermain dengan banyak teman kini harus dibatasi oleh keadaan. Betapa pun keinginan mereka untuk keluar rumah, namun demi menjaga dan mencegah penularan wabah corona yang sangat membahayakan itu, sebagai orang tua dan guru kita tak perlu jemu untuk melakukan edukasi pada mereka.

Wabah corona yang telah mendunia ini memang membutuhkan kebersamaan dari berbagai pihak dalam mencegahnya. Menaati peraturan pemerintah untuk tetap berada di rumah sangat tepat untuk dilakukan. Meski sedikit ada masalah lain yang mengikutinya, akan tetapi kesehatan adalah hal yang lebih utama.

Sesibuk apa pun orang tua bekerja di luar rumah, kini saatnya untuk bersama-sama bekerja dari rumah (work from home). Tak perlu lagi terlalu banyak pertimbangan. Rumah adalah tempat yang aman untuk menghindari berbagai kerumunan.

Ada hikmah di balik suatu peristiwa. Virus corona memang dapat membunuh banyak manusia. Namun, di balik kemunculannya dapat menyadarkan pentingnya sebuah keluarga. Kini, antara anak dan orang tua menjadi lebih banyak waktu untuk saling berbagi dan bercengkerama.

Kehangatan, kebersamaan, dan keakraban dalam sebuah keluarga menjadi semakin rekat karena masing-masing anggota berkumpul bersama. Kesibukan meninggalkan rumah karena pekerjaan dapat tergantikan dengan kegiatan belajar di rumah dan bekerja dari rumah.

Anak-anak yang selama ini banyak ditinggalkan orang tuanya karena sibuk bekerja sekarang tak lagi kesepian. Belajar bersama orang tua memang berbeda dengan belajar di sekolah. Di sinilah akan sangat terasa betapa pentingnya kehadiran seorang guru untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Sepandai apa pun orang tua, perlu disadari bahwa setiap urusan perlu ada ahlinya. Termasuk mengajar.

Aktivitas belajar di rumah ternyata dapat merekatkan komunikasi antara anak, guru, dan orang tua. Setiap hari di antara ketiganya bisa saling bertegur sapa dan saling bertanya meski hanya sekedar lewat dunia maya. Pembelajaran daring (dalam jaringan) melalui Whatsapp (WA) tak hanya memacu anak untuk belajar di rumah. Lebih dari itu, pembelajaran tentang etika dan sopan santun bersosial media bagi anak-anak juga dapat dilakukan melalui media WA.

Bagaimana cara bertutur kata dalam tulisan manakala anak ingin bertanya pada guru dapat diajarkan oleh orang tuanya. Sebaliknya bagaimana guru menyapa dan menjawab pesan-pesan singkat dari anak-anak dan orang tua dapat menjadikan umpan balik penanaman karakter dan budi pekerti secara perlahan. Itulah sekelumit hikmah yang dapat kita petik di balik aktivitas belajar di rumah.

Kendal, 26-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post