Doa untuk Pejuang Garda Depan
*Doa untuk Pejuang Garda Depan*
Tantangan hari ke-67
#TantanganGurusiana
Betapa sedih hati ini ketika membaca betapa beratnya perjuangan dan pengorbanan para dokter dan petugas medis dalam melayani pasien covid-19. Mereka adalah para pejuang garda depan. Seluruh tenaga dan pikiran dicurahkan. Bahkan nyawa pun menjadi taruhan.
*Kisah Pilu di Balik Tugas*
Berbagai kisah pilu dialaminya selama menjalankan tugas. Walau begitu, mereka tetap bersungguh-sungguh demi keselamatan umat manusia. Tak kenal lelah dan tak kenal menyerah. Berbagai risiko tetap dihadapinya.
Selain harus bertugas dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang tampak begitu rapat menutup seluruh anggota tubuhnya, ada di antara mereka yang harus rela menerima perilaku sosial yang sangat menyedihkan. Melansir berita yang disampaikan oleh Vivanews, sebagai seorang perempuan saya benar-benar merasakan hati yang sangat sedih.
Dalam berita tersebut diceritakan bahwa ada seorang perawat yang belum berkeluarga dilarang pulang oleh ibu indekostnya lantaran dikhawatirkan menularkan virus corona. Kasihan sekali nasibnya. Di satu sisi ia berjuang demi nyawa orang lain, namun di sisi lain ia harus menerima kenyataan yang tak sebanding dengan apa yang telah dilakukannya demi nyawa orang lain.
Tidak hanya itu, masih dari Vivanews diberitakan ada kisah sedih yang juga dialami oleh anak dari perawat di rumah sakit yang diminta oleh tetangganya untuk tidak main ke rumah tetangga tersebut. Sebab ibu anak tersebut bekerja di rumah sakit dan merawat pasien corona sehingga dikhawatirkan menularkan covid-19 itu. Ya Allah sabarkanlah hati mereka. Begitulah doa yang dapat kuucapkan. Semoga para pejuang garda depan selalu diberi kesabaran dalam menjalankan tugas dan menghadapi cobaan hidupnya.
*Ujian dan Doa*
Hidup di dunia ini memang penuh ujian. Tiap-tiap orang memiliki masing-masing ujian yang berbeda. Baik orang yang sedang menderita sakit atau tidak sebenarnya sama-sama sedang mengalami ujian. Hanya saja tingkat ujiannya yang berbeda.
Di balik semua ujian tentu ada predikat yang akan disandangnya apabila kita dapat melampauinya dengan ikhlas. Tak dapat dipungkiri bahwa setiap ujian tentu menghadirkan suatu perjuangan yang sungguh-sungguh untuk menjalaninya. Bahkan terkadang tetes air mata bercucur tanpa disengaja. Namun, rasa lelah, letih, lapar, haus, ngantuk bahkan perlakuan sosial yang menyedihkan rela ditepis oleh para pejuang garda depan.
Mari kita bantu mereka dengan doa sebagai penguat dalam tugasnya. Tetap di rumah dan menjaga anggota keluarga untuk tidak menghadiri kerumunan, dan membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) perlu dilakukan untuk mencegah penularan covid-19. Tidak bertambahnya pasien virus corona setidaknya dapat mengurangi beban berat para pejuang garda depan.
Membantu mereka dengan doa semampu kita akan menjadi penguat dalam tugasnya. Mereka adalah para pejuang yang harus bekerja sekuat tenaga bertaruh nyawa. Mereka juga mempunyai keluarga. Mereka mempunyai hak untuk hidup layaknya sebagai makhluk sosial lainnya. Namun, apalah daya. Mereka harus bersabar menerima ujian.
Semoga wabah corona yang membahayakan umat manusia di seluruh dunia ini segera berakhir. Semoga tak ada lagi korban meninggal dari pihak mana pun. Kami ingin semua sehat-sehat saja termasuk para pejuang garda depan. Ya Allah kabulkanlah doa kami semua. Aamiin.
Kendal, 25-03-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
