Hijau Kebunku Sejuk Hatiku
*Hijau Kebunku Sejuk Hatiku*
Tantangan hari ke-43
#TantanganGurusiana
Pagi ini udara terasa sangat sejuk setelah kemarin sore hujan turun cukup deras. Kulihat kebun di belakang rumah tampak hijau tertutup dedaunan. Beberapa tanaman tumbuh subur di sana. Ada pula tanaman kunyit yang membuat hatiku semakin sejuk.
*Hijau itu Sejuk*
Hijaunya daun identik dengan suburnya tanah. Negeri Indonesia yang elok nan makmur terkenal dengan kesuburan tanahnya. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh subur di negeri Indonesia tercinta. Ada tanaman pangan, ada juga tanaman obat-obatan. Kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur termasuk tanaman obat-obatan yang banyak ditanam di kebun.
Selain sebagai tanaman obat, kunyit juga sangat bermanfaat sebagai bumbu penyedap masakan. Memasak opor, gulai, sayur lodeh, dan nasi kuning akan terasa lebih lezat jika ditambah kunyit sebagai bumbunya. Warna kuning yang khas dapat menjadikan masakan lebih menarik untuk mengundang selera.
Menciptakan suasana hijau di kebun pada musim hujan terasa lebih memungkinkan jika dibandingkan dengan musim kemarau.Seringnya turun hujan menjadikan tanah semakin subur. Berbagai tanaman pun mudah tumbuh di tanah kebun. Tak hanya tanaman obat-obatan saja yang dapat di tanam di kebun. Sayuran dan buah-buahan juga dapat di tanam di kebun. Bayam, singkong, ubi rambat, cabe, tomat, pisang, dan pepaya adalah contoh berbagai tanaman yang mudah tumbuh di kebun pada musim hujan.
Kebun yang dihiasi warna hijau dedaunan tanaman sayur, buah, dan obat-obatan tak hanya memberikan manfaat sebagai sumber pangan dan obat-obatan saja, akan tetapi juga dapat memunculkan rasa kepuasan dan kesejukan bagi yang menanam dan memilikinya. Bila hati sedang merasa gundah atau pikiran sedang merasa jenuh, hijaunya daun-daun di kebun sekilas akan mendatangkan kesejukan atau hiburan tersendiri. Apalagi jika tanaman yang ada di kebun telah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pemiliknya. Puas rasanya memandang hijaunya dedaunan yang tampak subur. Hati pun jadi terhibur.
Meski tak seberapa hasil kebun yang dapat kita peroleh, namun kepuasan menikmati hijaunya tanaman tak dapat tergantikan oleh yang lainnya. Segala kebutuhan akan sayuran, buah-buahan atau bumbu seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan kencur tentu saja banyak tersedia di pasar. Namun, jika kita dapat menanamnya sendiri meskipun tak seberapa tentu hati akan merasa lebih puas dalam menikmatinya.
*Toga dan Warung Hidup*
Istilah Toga dan warung hidup sudah tak asing lagi bagi kita semua. Keduanya berhubungan dengan hijaunya daun. Toga akronim dari Tanaman Obat Keluarga. Toga tak lain adalah apotek hidup. Maksudnya tanaman yang berupa bahan obat-obatan. Sedangkan warung hidup hampir sama artinya dengan apotek hidup. Hanya saja, warung hidup merupakan tanah atau lahan di sekitar kita yang ditanami bahan-bahan makanan. Bisa berupa tanaman sayur, buah-buahan, dan bahan obat-obatan.
Pemanfaatan tanah kebun untuk lahan Toga dan warung hidup sangat cocok untuk membantu mencukupi kebutuhan bahan makanan dan obat-obatan herbal atau tradisional. Dari segi ekonomi, kedua jenis tanaman tersebut dapat untuk menghemat biaya pengeluaran atau belanja dalam rumah tangga. Bahkan apabila tanaman- tanaman tersebut ditanam dalam jumlah yang banyak dapat dijual untuk menghasilkan uang.
Sapa sing nandur bakal ngunduh. Kalimat tersebut adalah ungkapan Bahasa Jawa yang artinya siapa yang menanam maka akan mengunduh (memetik) hasilnya. Tepat sekali jika ungkapan sederhana itu dijadikan sebagai dasar bagi kita untuk melangkah. Kalau kita ingin mengunduh hasil tanaman maka kita perlu menanamnya. Jika kita ingin mendapatkan hasil tanaman yang bagus maka kita perlu menanamnya dengan bibit yang bagus dan merawatnya dengan baik.
Dalam arti yang lainnya, ungkapan tersebut mengandung pelajaran bagi kita bahwa apa yang kita kerjakan maka kita sendiri yang akan memetik hasilnya. Maka dari itu, kita perlu berhati-hati ketika kita akan berucap, bersikap, dan bertindak karena pada akhirnya kita sendiri yang akan menerima dampak dari apa yang telah kita lakukan. Belajar dari hijaunya kebun, penulis berharap agar dapat mengambil hikmah di balik tanaman yang ada di sekitar kita. Semoga kita selalu mendapatkan kesejukan dan dapat pula menciptakan kesejukan dalam pergaulan di antara kita.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
