Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hikmah di Balik Sepinya Sekolah.
Sekolah sepi tanpa kehadiran anak-anak.

Hikmah di Balik Sepinya Sekolah.

Hikmah di Balik Sepinya Sekolah

Tantangan hari ke-62

#TantanganGurusiana

Hari ini adalah hari kelima anak-anak belajar di rumah. Sekolah-sekolah menjadi sepi. Jalan pun tak seperti biasanya. Tak banyak lalu lalang sepeda motor anak-anak pulang pergi ke sekolah.

Anak-anak sekolah adalah generasi bangsa yang harus diselamatkan dari wabah virus corona. Selama 2 minggu (14 hari) mereka harus tetap berada di rumah demi menghindari penularan virus berbahaya bagi umat manusia. Meski demikian mereka tetap melakukan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan).

Bagi anak yang sudah memiliki alat belajar daring seperti gawai hal ini tidak terlalu menimbulkan masalah. Sementara bagi anak dengan kemampuan ekonomi pas-pasan tentu saja akan berbeda dalam melaksanakan pembelajaran di rumah. Di sinilah kebijakan guru dan sekolah perlu diterapkan agar semua anak tetap bisa belajar di rumah dengan baik tanpa merasa terbebani.

Dua minggu bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah penantian. Apalagi belajar di rumah tanpa tatap muka dengan guru. Rasa jenuh pasti akan muncul ketika setiap hari anak-anak harus mengerjakan tugas tanpa ada interaksi dengan teman-temannya. Namun, apa hendak dikata. Kondisi saat ini memang harus demikian.

Beruntung kini gawai sudah banyak dikenal anak-anak dari TK hingga hampir semua orang tua. Selama ini kebanyakan anak-anak menggunakan gawai baru sebatas untuk mainan. Seiring berjalannya waktu, kini literasi digital sudah saatnya diimplementasikan. Tak perlu lagi kita melarang anak-anak untuk menjauhi gawai.

Belajar melalui gawai memang terasa sangat sepi. Di kelas-kelas tak terdengar suara guru memfasilitasi pembelajaran. Tanya jawab dengan anak-anak pun tak mungkin dilakukan. Kini saatnya jari-jari tangan lebih aktif menekan huruf-demi huruf untuk berkomunikasi antara guru dan anak-anak dalam pembelajaran. Diam tanpa suara. Kesepian pun begitu terasa.

Bagi anak-anak pada jenjang sekolah dasar fasilitas Whatsapp dapat digunakan untuk mengirimkan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Kini tanggung jawab orang tua menjadi bertambah. Kalau sebelumnya hanya sebatas antar jemput anaknya ke sekolah, sejak ditetapkannya anak-anak harus belajar di rumah maka orang tua harus menjadi pendamping menggantikan peran guru untuk sementara.

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Di balik mewabahnya si covid-19 tentu banyak hikmah yang dapat kita ambil darinya. Sepinya kelas menjadi pembelajaran bagi para guru, orang tua, dan siswa. Sudah saatnya kita bersinergi untuk memanfaatkan gawai dalam pembelajaran.

Para guru baik yang sudah maupun belum menguasai TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi) tidak perlu lagi beralasan untuk menjauh dari gawai sebagai media pembelajaran. Begitu juga dengan orang tua. Mendampingi anak-anak menggunakan gawai untuk belajar tidak perlu lagi dianggap beban.

Kehadiran guru dan anak-anak dalam suatu pembelajaran menjadi bahan renungan bersama. Betapa lengkapnya suatu gawai yang berisi tentang berbagai pelajaran, jika anak hanya belajar sendiri di rumah tentu saja interaksi sosialnya tetap dibutuhkan. Guru sebagai figur yang menjadi contoh dalam berucap, bersikap, dan bertindak tentu tak mungkin ditunjukkan secara utuh jika anak-anak belajar di rumah.

Mari kita ambil hikmah di balik sepinya kelas dari celoteh anak-anak yang biasanya aktif melakukan pembelajaran. Betapa pun canggihnya sebuah media elektronik, kehadiran guru dalam proses pembelajaran tak bisa diabaikan. Kerja sama dengan orang tua dalam pendampingan belajar anaknya juga perlu terus ditingkatkan. Tak hanya sebatas adanya wabah corona. Demikian juga dengan pola hidup bersih. Kini sudah saatnya menjadi perhatian utama antara orang tua, guru, dan anak-anak.

Kendal, 20-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post