Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Istirahat yang Terikat

Istirahat yang Terikat

Istirahat yang Terikat

Tantangan hari ke-53

#TantanganGurusiana

 

Lelah akan terasa setelah seseorang melakukan suatu aktivitas yang menguras tenaga atau pikiran. Itu sebabnya butuh waktu istirahat untuk kembali memulihkannya. Istirahat idealnya memang berhenti sejenak dari suatu aktivitas atau kegiatan. 

 

Bagi anak-anak sekolah,  waktu istirahat sangatlah diharapkan. Tidak mengherankan jika bel tanda istirahat berbunyi, mereka akan segera berhamburan keluar kelas. Ada yang langsung menuju kantin sekolah, ada yang ke toilet, dan ada pula yang mengunjungi perpustakaan.

 

Istirahat di sekolah memang dapat diisi dengan berbagai kegiatan. Bermain di halaman, berkejar-kejaran, makan dan minum adalah hal biasa yang sering kita lihat di sela-sela waktu istirahat anak-anak Sekolah Dasar. Bagi yang tidak suka bermain, kadang waktu istirahat digunakan untuk saling mengulas kembali materi pelajaran dengan temannya.

 

Apa pun yang dilakukan anak-anak saat istirahat, pengawasan dari guru tetap diperlukan. Ketika berada di 

sekolah, anak-anak menjadi tanggung jawab guru. Guru sebagai orang tua kedua di sekolah.

 

Hormatilah orang tua dan guru. Itu adalah nasihat yang sangat baik bagi anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. Meski waktu istirahat merupakan waktu yang bebas untuk bermain, namun tidak sembarang permainan boleh dilakukan. Ada rambu-rambu yang perlu ditaati ketika anak-anak beristirahat.

 

Keluar ruang kelas, tidak bermain pintu atau tidak bermain kursi perlu disampaikan pada anak-anak ketika menjelang istirahat. Bermainlah hanya di area sekolahan. Apabila meninggalkan sekolah saat istirahat harus sepengetahuan guru.

 

Adanya berbagai aturan yang diberlakukan tidak lain adalah demi menjaga keamanan anak-anak itu sendiri. Berbagai kejadian sering kita dengar menimpa anak-anak ketika sedang beristirahat. Misalkan saja jari tangan terjepit pintu, duduk terjatuh dari kursi karena kursi ditarik teman atau terbentur tembok hingga kepala mengeluarkan darah. Tentu saja kita semua tidak ingin terjadi hal-hal seperti contoh tersebut. 

 

Ketika istirahat, anak-anak memang perlu pengawasan dari guru.  Namun, guru juga manusia biasa yang perlu istirahat setelah mengajar dan tidak lepas dari  keterbatasan-keterbatasan.  Oleh karena itu, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat istirahat, perlu ditelusuri terlebih dahulu penyebabnya sebelum menyudutkan guru sebagai orang yang bertanggung jawab.

 

Saling mengingatkan anak mestinya perlu dilakukan agar tidak sampai terjadi suatu peristiwa yang dapat membahayakan. Waktu istirahat hanyalah sekedar jeda untuk kembali melakukan aktivitas pembelajaran berikutnya. Itu sebabnya sebelum anak-anak berangkat ke sekolah, orang tua juga perlu mengingatkan agar anak selalu menaati aturan.

 

Beberapa menit waktu yang disediakan untuk istirahat perlu diperhitungkan agar setelah istirahat, pikiran dan tenaga benar-benar siap untuk belajar kembali. Bukan sebaliknya. Setelah istirahat justru anak menjadi kelelahan karena terlalu banyak bermain. Itu yang tidak diinginkan. Makanya istirahat pun perlu terikat oleh aturan.

 

Kendal, 11-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post