Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kemah Bersama Orang Tua di Rumah
Ada tenda kecil di ruang tengah.

Kemah Bersama Orang Tua di Rumah

Kemah Bersama Orang Tua di Rumah

Tantangan hari ke-64

#TantanganGurusiana

 

Hari Minggu enaknya melakukan kegiatan apa ya? Bagi anak sekolah, biasanya datangnya hari Minggu merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu. Pada hari tersebut anak-anak bisa libur dan terbebas dari mengerjakan tugas dan pekerjaan sekolah.

 

Menjalani masa belajar di rumah sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona, hari Minggu biarlah dinikmati anak-anak sebagai hari libur seperti sebelumnya. Yang penting anak-anak tetap di rumah. Setelah 6 (enam) hari belajar di rumah melalui moda daring (dalam jaringan), otak juga perlu istirahat. Istirahat diperlukan untuk memulihkan kembali kondisi jasmani dan rohani agar tetap segar dan sehat.

 

Banyak jalan menuju Roma. Banyak pula cara yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu libur dalam kerangka belajar di rumah. Salah satu diantaranya adalah dengan berkemah di dalam rumah. Tentu saja dengan tenda tak sebesar tenda untuk berkemah di tanah lapang. Tenda yang digunakan adalah tenda anak-anak.

 

Secara umum, berkemah merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak sekolah. Selain dapat berkumpul dengan banyak teman, anak-anak juga dapat melakukan berbagai aktivitas menarik di alam terbuka. Meski harus tidur beralas tikar tak akan ada keluhan. Lain di tanah lapang, lain pula dengan berkemah di dalam rumah.

 

Adanya kebijakan agar anak-anak tetap berada di rumah selama 2 minggu (14 hari), maka berkemah dengan tenda kecil dapat menjadi kegiatan pilihan di hari Minggu. Pakaian pun tak perlu berseragam layaknya anggota Pramuka yang dilengkapi tongkat dan talinya. Pesertanya cukup anak dan orang tua di rumah itu saja. Tak perlu upacara atau beraneka macam lomba. 

 

Meski sederhana, kemah di dalam rumah pada hari Minggu asyik juga untuk menemani dan mengisi waktu libur anak. Jadi tak perlu kemana-mana. Jika tak punya tenda, kain jarik seadanya pun dapat digunakan sebagai penggantinya. Namanya saja kemah-kemahan. Wajar kalau tenda hanya ala kadarnya. Yang penting bersih dan kegiatannya diisi dengan permainan yang sesuai dengan tempatnya.

 

Bagi anak perempuan seusia kelas bawah (kelas 1, 2, dan 3) berkemah di dalam rumah dapat diisi dengan bermain masak-masakan, pasar-pasaran, dokter-dokteran atau sekolah-sekolahan. Jenis-jenis permainan tersebut dapat dilakukan oleh anak dan orang tua. Antara anak dan orang tua dapat bermain peran sesuai dengan kesepakatan yang dibuat bersama.

 

Alat yang digunakan untuk bermain pun disesuaikan dengan jenis permainan yang dipilihnya. Kegiatan bermain dapat dilakukan di dalam atau di luar tenda. Interaksi dan komunikasi antara anak dan orang tua dalam bermain dapat menggunakan bahasa ibu atau bahasa sehari-hari secara santai.

 

Tak hanya anak perempuan yang dapat diajak berkemah di dalam rumah. Anak laki-laki pun dapat diajak melakukan hal yang sama tetapi dengan aktivitas permainan yang sesuai dengan pilihannya. Dengan alat seadanya, anak dan orang tua bisa berganti peran dengan bahasa sesuai kosa kata yang dimiliki dan dikuasai oleh si anak.

 

Misalkan saja si anak berperan sebagai dokter relawan yang sedang bertugas di tenda darurat yang sedang menolong korban bencana alam. Orang tua sebagai pasiennya atau sebaliknya. Nah, melalui kegiatan bermain peran secara sederhana orang tua justru tanpa terasa dapat menyelipkan pesan-pesan moral yang baik kepada anaknya. Anak pun tidak merasa sedang diberi pelajaran oleh orang tuanya. 

 

Akhir kegiatan berkemah antara orang tua dan anak bisa saling berbagi rasa. Dengan demikian, model pembelajaran MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) ternyata bisa juga diterapkan di rumah melalui kemah. Semoga dapat menghindari kejenuhan dan kebosanan bagi anak-anak.  

 

Kendal, 22-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post