Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kusimpan Rindu Untukmu
Ada rindu di sini.

Kusimpan Rindu Untukmu

Kusimpan Rindu Untukmu

Tantangan hari ke-69

#TantanganGurusiana

Hampir 2 (dua) minggu anak-anak belajar di rumah. Sekolah menjadi sepi. Di kelas pun tak lagi terdengar anak-anak bernyanyi, membaca buku, melakukan percakapan, diskusi, kerja kelompok atau bertanya jawab dengan guru dan teman-temannya.

Semua berada di rumah. Menaati segala aturan demi mencegah penularan corona yang masih meraja lela. Guru dan orang tua saling bekerja sama. Demi kelancaran belajar anak-anak semua.

Salam santun dan tegur sapa yang selama ini telah terbangun menjadi suatu kebiasaan baik di sekolah, tak lagi tampak di kala anak-anak belajar di rumah. Sungguh terasa betapa rindunya akan senyum anak-anakku di pagi hari dalam menyambut masa depannya. Mereka belajar dengan ceria dan penuh semangat demi cita-cita.

Upacara bersama, membaca bersama, olah raga bersama, belajar bersama, dan bersih lingkungan bersama kini terhenti karena suasana. Semoga kondisi seperti ini tidak berlangsung lama. Aku tahu engkau pasti rindu seperti rinduku padamu wahai anak-anakku. Namun perlu kau tahu bahwa saat ini rumahmu lebih nyaman untuk tempat belajarmu.

Bapak dan ibu guru sebenarnya tidak tega membiarkan anak-anak belajar tanpa tatap muka seperti biasanya. Kini, setelah dua minggu berlalu, anak-anak pun masih harus tetap bersabar melanjutkan belajar di rumah. Tak ada maksud untuk membebani dengan berbagai macam tugas. Saat ini memang bukan waktunya untuk libur sekolah. Namun, belajar di rumah. Beda dengan hari libur, kan?

Meski tak berjumpa dengan anak-anak di sekolah, bapak dan ibu guru juga tetap bekerja dari rumah. Pada jam kerja, Hand Phone (HP) di tangan selalu ada dalam genggaman. Memantau belajar dan menjawab berbagai pertanyaan serta mengoreksi tugas-tugas yang telah diberikan.

Anak-anak belajar di rumah bukan berarti bapak dan ibu guru enak-enak tanpa tugas. Justru perhatian guru dapat lebih dirasakan. Komunikasi yang terus menerus dalam melayani pembelajaran daring (dalam jaringan) tetap dilakukan.

Bagi anak-anak yang telah memiliki media pembelajaran daring sendiri mungkin tak begitu mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Terus bagaimana dengan pembelajaran daring bagi anak-anak yang belum memiliki HP android sendiri. Perlu pemikiran dan perhatian dari guru, kan?

Alangkah bijaknya jika dalam situasi yang sedang sulit ini, kita semua bahu membahu untuk saling bekerja sama dan saling memahami. Baik orang tua maupun guru sudah selayaknya untuk sama-sama berpikir positif dalam menyikapi keadaan. Tidaklah mungkin anak-anak belajar di rumah tetapi guru enak-enak saja tanpa memantaunya.

Meski di rumah, guru-guru pun tetap bekerja. Namanya Work From Home (WFH) artinya bekerja dari rumah. Di sinilah kerinduan bapak dan ibu guru pada anak-anak begitu rapi tersimpan di dada. Tegur sapa dengan para orang tua yang setia mengantar dan menjemput anaknya juga sangat terasa. Tak apalah untuk sementara ini di antara kita hanya bisa menyimpan rindu di sela-sela meraih asa.

Kendal, 27-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post