Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kutulis karena Kuingat

Kutulis karena Kuingat

Kutulis karena Kuingat

Tantangan hari ke-57

#TantanganGurusiana

Dalam perjalanan hidup ini, masing-masing orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai pengalaman menarik yang mungkin sulit untuk dilupakan. Namun, ada pula pengalaman yang dirasa tidak menarik tetapi di kemudian hari tanpa terasa muncul (teringat) kembali secara tak sengaja.

Lupa adalah sifat manusia yang biasa terjadi. Apalagi bagi diriku yang telah memasuki usia dengan kepala 5 (lima). Jangankan untuk mengingat hal-hal sepele yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Meletakkan kunci sepeda motor atau kaca mata yang hampir tiap hari dipakai saja kadang lupa.

Entah apa penyebabnya. Yang penting ketika kita lupa tak perlu menyalahkan orang lain. Bergeraklah dengan hati lapang untuk mencarinya sampai ketemu. Pusing memang saat apa yang kita cari tidak segera ketemu.

Beruntung aku ikut tantangan menulis tanpa jeda dari Media Guru. Tantangan 30 hari tanpa jeda telah kulampaui dengan lancar. Aku pun lanjut naik ke tantangan 60 hari yang mana piagam perak dapat diajukan apabila telah terpenuhi jumlah tulisan.

Memasuki hari ke-57 ide menulisku seolah mulai menyembunyikan diri. Aku sedikit kewalahan. Mau menulis apa ya, rasanya kok ada hambatan. Maka dari itu, daripada aku harus terjun bebas ke posisi nol aku coba menulis sesuatu yang sebenarnya hampir terlupakan. Ya, masih kuingat.

Beberapa bulan yang lalu salah satu ATM yang kumiliki tak bisa dipakai untuk mengambil uang. Demi alasan kepraktisan, aku pun segera menemui petugas untuk meminta tolong mengaktifkannya lagi. Petugas yang berparas cantik, bertubuh tinggi, dan sopan segera melayaniku dengan menyenangkan.

Di sela-sela menunggu, sayup-sayup terdengar sebuah lagu di ruangan yang cukup sejuk dan rapi itu. Kudengarkan lagu dengan saksama. Wow, ternyata alunan musik dan syairnya benar-benar mengingatkanku pada seorang teman yang kukenal melalui media sosial.

Waktu itu ia mengaku siap mengajariku salah satu bahasa asing. Maklum, aku tak biasa berkomunikasi dengan bahasa dunia tersebut. Sementara temanku itu sehari-harinya dari kecil katanya tinggal di negara si empunya kata yes dan no.

Aku pun merasa sangat senang. Dua hari kucoba berkomunikasi dengan bahasa yang sedikit pernah kupelajari. Meski tak begitu paham, aku coba untuk ambil kesempatan belajar darinya. Setidaknya ada tambahan perbendaharaan kata yang dapat kuperoleh.

Hari pertama dan kedua komunikasi berjalan lancar-lancar saja. Aku tahu kalau bahasaku masih berantakan. Tapi aku mantap saja. Apalagi temanku juga bisa memaklumi dan memahami apa yang kutulis. Pikirku, kalau aku tak berani mencoba aku tak akan pernah bisa.

Awalnya si temanku bertanya tentang gas dan minyak. Aku sampaikan bahwa aku tak begitu memahami tentang hal tersebut. Maklum saja karena sehari-hari yang kupikirkan adalah pekerjaan di sekolah. Kemudian ia bertanya lagi tentang harga rumah di negeri kita tercinta ini. Aku pun tak begitu tertarik untuk membicarakannya.

Hari berikutnya kubuka lagi pesan-pesan lewat Whatsapp. Aku sedikit terkejut karena tiba-tiba kubaca pesan singkat darinya. Don't send me massage again! Aku pun membalasnya dengan satu kata, Why? Ternyata dengan alasan yang membuatku sedih, dia memang tak mau lagi berkomunikasi denganku. Ya, sudahlah aku pun tak memaksanya untuk terus berdialog lewat Whatsapp tentang Oil and Gas sesuai dengan yang ia tanyakan. Itu memang bukan bidang yang kupahami.

Itu sekedar sekelumit tulisan di kala ide sedang menghilang. Aku menulis karena teringat sebuah pengalaman saja. Mudah-mudahan menuju hari ke-60 tiada halangan suatu apa pun dalam menulis sehingga bisa melaju terus untuk mengikuti tantangan berikutnya.

Kendal, 15-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post