Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perlukah Literasi Parenting?
Membaca buku bacaan bersama orang tua.

Perlukah Literasi Parenting?

Perlukah Literasi Parenting?

Tantangan hari ke-70

#TantanganGurusiana

Literasi parenting atau parenting literation merupakan bagian dari kegiatan literasi yang melibatkan orang tua. Kemampuan literasi seseorang akan sangat berpengaruh pada pola pikir dan pola hidupnya. Lalu bagaimana dengan literasi parenting? Perlukah literasi parenting itu?

Beberapa bulan yang lalu, ketika penulis bertugas di SDN 2 Kalilumpang, Patean, Kendal sempat mengadakan kegiatan literasi parenting. Kegiatan tersebut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak. Ada paguyuban kelas, komite sekolah, dan pihak penerbit buku Sint Publishing dari Semarang.

Dengan dukungan seluruh wali murid kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Sebenarnya kegiatan literasi parenting merupakan rangkaian kegiatan dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang telah direncanakan bersama. Kemampuan literasi di era milenial ini memang sangat diperlukan oleh semua orang. Dengan memiliki kemampuan literasi diharapkan mereka dapat menghadapi hidup dalam situasi persaingan global abad 21.

Literasi parenting yang melibatkan orang tua murid diadakan dengan maksud untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam kegiatan literasi anak-anaknya. Enggar selaku pemateri dalam kegiatan literasi parenting (13 Juli 2019) menjelaskan bahwa literasi adalah segala hal yang berkaitan dengan referensi bacaan yang berguna, memberi nilai, dan dapat diterapkan. Ia juga menambahkan bahwa literasi bisa didapat dari sumber elektronik maupun cetak.

Mengingat bahwa literasi itu tidak hanya menyangkut baca, tulis, dan hitung saja maka literasi digital pun sudah saatnya disikapi dengan bijak oleh orang tua. Maraknya media-media sosial elektronik sangat mudah untuk mendapatkan dan bertukar informasi melalui kegiatan membaca dan menulis bagi siapa saja. Termasuk juga bagi anak-anak.

Sebagai orang tua tentunya kita tidak ingin membiarkan begitu saja aktivitas yang dilakukan anak-anak dalam berliterasi. Berbekal materi yang didapat dari hasil kegiatan literasi parenting, maka orang tua dapat mengontrol aktivitas anak-anaknya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sehingga program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dapat menyatu antara pihak sekolah, anak, dan orang tua.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam kegiatan literasi parenting yang dapat penulis rangkum antara lain: (1) mendampingi anak setiap menonton TV atau media sosial dan jelaskan apa yang mereka lihat, (2) membiasakan anak menonton film bukan sinetron, (3) jangan membatasi dengan kefanatikan sempit, (4) memberikan rekomendasi literasi. Rekomendasi yang dimaksud adalah rekomendasi yang bernilai dan bermanfaat, modern/kekinian, berjangkauan luas, beragam dan tidak monoton, serta dapat menjadi contoh nyata.

Dengan mengamati rangkuman materi tersebut di atas tampak jelas betapa perlunya kegiatan literasi parenting. Selain dapat mendukung program Gerakan Literasi Sekolah, literasi parenting juga dapat memotivasi anak untuk gemar membaca dan menulis. Itu artinya orang tua dapat berperan sebagai pendamping anak-anak dalam berliterasi. Adanya literasi parenting, orang tua juga dapat memfilter informasi-informasi yang dikonsumsi oleh anak-anak baik dari media cetak maupun media elektronik.

Anak-anak adalah penerus bangsa. Meski memiliki karakter suka meniru apa yang dilihat atau dibacanya, namun jika ada kontrol dari orang tua maka penyalahgunaan media informasi dapat diminimalkan. Sebagai orang tua bukan berarti harus membatasi anak-anak dalam berliterasi. Namun, yang perlu dibatasi adalah konten-konten yang tidak sepantasnya dikonsumsi oleh anak-anak. Misalkan saja konten tentang kekerasan, perundungan (bullying), dan pornografi.

Kontrol terhadap penggunaan media sosial sebagai media berliterasi memang tidak dapat diabaikan. Di sinilah peran orang tua sebagai filter sangat dibutuhkan. Maka dari itu, orang tua pun perlu menguasai literasi digital di samping literasi-literasi lainnya sehingga aktivitas literasi anak-anak dapat dikontrol agar tidak sampai mengarah pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendal, 28-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post