POT Murid Bergerak Mendukung Program 6K
POT Murid Bergerak Mendukung Program 6K
Tantangan hari ke-61
#TantanganGurusiana
POT (Paguyuban Orang Tua) murid sebagai bagian dari elemen masyarakat, kini keberadaannya sangat berarti dalam mendukung program 6K di sekolah. Program 6K yang terdiri atas kebersihan, kerapian, ketertiban, keindahan, keamanan, dan kekeluargaan tidak hanya sekedar program. Namun, perlu dilaksanakan bersama-sama.
Belajar di lingkungan sekolah yang bersih dan indah membuat anak-anak merasa nyaman. Begitu pula dengan guru-gurunya juga akan merasa tenang dalam mengajar. Menjaga kebersihan sekolah menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah. Guru, murid, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya wajib ikut menjaga kebersihan di sekolah.
Adanya POT murid dapat dilibatkan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan indah. Mereka bukan menjadi petugas kebersihan tetapi waktu, tenaga, dan pikirannya yang disumbangkan pada sekolah untuk kepentingan anak-anaknya. Kerja bakti atau piket bersama adalah salah satu wujud peran serta yang dapat dilakukan untuk mendukung program 6K.
POT murid adalah suatu paguyuban yang anggotanya para wali murid dalam satu kelas. Jadi tiap-tiap kelas mempunyai POT sendiri-sendiri. Banyaknya POT murid di masing-masing sekolah (SD) tergantung banyak kelas atau rombongan belajar (rombel) yang ada.
POT murid ada juga yang menyebutnya dengan Paguyuban Kelas. Keduanya memiliki peran yang sama. Jadi hanya beda istilah saja. Anggotanya juga sama yaitu terbatas pada orang tua atau wali murid dalam satu kelas.
Paguyuban Orang Tua (POT) murid dibentuk di masing-masing kelas. Tiap-tiap POT murid ada pengurusnya yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Jumlah anggotanya tergantung jumlah murid yang ada di kelas tersebut.
Keberadaan POT murid tidaklah menjadi pengganti komite sekolah. Paguyuban tersebut hanyalah sebatas membantu mempermudah/memperlancar kegiatan anak-anak di kelasnya. Selain itu, mereka juga dapat dilibatkan untuk membantu merawat halaman sekolah. Itu bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah di daerah pedesaan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal orang tua murid dan halaman sekolahnya luas. Mereka tetap sebagai bagian dari organisasi mitra sekolah.
Kegiatan yang dilakukan sifatnya suka rela dan tidak memberatkan. Seminggu sekali sudah cukup untuk membantu piket anak-anak agar terasa lebih ringan. Pagi-pagi kegiatan dilakukan dengan komando dari ketua paguyuban. Tanpa paksaan mereka melakukan bersih lingkungan atas dasar kesadaran.
Kegiatan POT murid dapat berjalan dengan lancar jika didasari adanya komunikasi yang baik dan lancar antara pihak sekolah dan wali murid. Saling kerja sama dan menghargai satu sama lain menjadi kuncinya. Satu kata dan satu tujuan perlu diutamakan. Semoga corona segera berhenti dari aksinya sehingga kegiatan yang melibatkan kumpulan banyak orang seperti POT murid tidak lagi terhalang.
Kendal, 19-03-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
