Saku Sanak di Sekolahku
Saku Sanak di Sekolahku
Tantangan hari ke-54
#TantanganGurusiana
Adakah di antara kita yang suka dengan Saku Sanak? Saku Sanak cukup menarik untuk dibawa ke sekolah. Yuk, kita simak seperti apa Saku Sanak itu.
Saku Sanak merupakan akronim dari Satu Buku Satu Anak. Akronim ini hampir sama dengan Sagu Sabu (Satu Guru Satu Buku).
Kalau Sagu Sabu berkaitan dengan buku maka Saku Sanak juga sama berkaitan dengan buku. Hanya saja dalam Saku Sanak aktivitasnya bukan untuk menulis buku.
Saku Sanak hanyalah sebatas program yang diluncurkan oleh SDN Sukomangli, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. Kondisi sekolah yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah ini memang belum memiliki gedung perpustakaan. Buku-buku bacaan anak juga masih terbilang sedikit. Pojok baca yang seharusnya menjadi tempat menambah cakrawala bagi anak-anak juga belum tersedia.
Meski lokasinya berada di pedesaan, namun tak ada salahnya jika anak-anak SDN Sukomangli dibiasakan untuk memiliki kegemaran membaca buku. Maka dari itu, penulis selaku kepala sekolah di sana mengajak wali murid untuk mendukung program Saku Sanak. Program ini berprinsip pada kesukarelaan dan tidak memberatkan.
Program Saku Sanak yang dimaksud yaitu program di mana setiap awal semester setiap anak datang ke sekolah pada hari pertama dengan membawa satu buku bacaan atau buku cerita. Anak diberi kebebasan untuk membawa buku bacaan dengan judul yang tidak ditentukan. Namun, isinya berupa bacaan-bacaan yang sesuai dengan kehidupan anak-anak.
Cerita tentang binatang (fabel), asal-usul terjadinya suatu tempat (legenda), cerita tentang kepahlawanan atau keagamaan merupakan contoh buku-buku bacaan yang sesuai untuk anak-anak. Jika memungkinkan, orang tua dapat dilibatkan dalam memilih buku bacaan yang akan dibawa ke sekolah. Big book (buku besar) dan buku bacaan yang bergambar dengan kalimat tidak terlalu banyak lebih cocok dibawa oleh anak-anak kelas bawah (kelas 1,2, dan 3).
Buku-buku yang telah dibawa oleh anak-anak kemudian dijadikan sebagai bahan bacaan di sekolah. Tiap pagi sebelum pelajaran dimulai anak-anak bisa menggunakan buku yang bawanya untuk dibaca. Cukup 15 menit sebelum pelajaran dimulai anak-anak diajak untuk membaca bersama.
Guru dapat memfasilitasi kegiatan membaca terbimbing, membaca nyaring, atau membaca senyap. Sesekali, anak-anak dapat diajak membaca bersama-sama di halaman sekolah atau di teras depan kelas. Suasana yang demikian dapat menciptakan semangat dan rasa senang untuk membaca. Apalagi setelah kegiatan membaca selesai, anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri. Hal ini tentu akan menjadikan anak menjadi lebih percaya diri.
Apabila satu anak telah selesai membaca buku milik sendiri, maka anak tersebut dapat menukarnya dengan buku lain milik teman. Begitu seterusnya sehingga meskipun satu anak hanya membawa satu buku bacaan dari rumah, namun di sekolah dapat membaca banyak buku karena bergantian dengan buku bacaan milik teman.
Buku-buku yang telah selesai dibaca oleh anak-anak dalam satu kelas dapat ditukar dengan kelas lainnya. Yang penting ada kesepakatan dan komunikasi yang baik antara masing-masing anak, guru kelas, dan wali murid maka pemakaian buku bacaan dengan saling bertukar tidak menjadi masalah.
Belum mempunyai gedung perpustakaan bukan berarti anak-anak tidak bisa membaca banyak buku. Jika setiap awal semester, anak-anak datang ke sekolah dengan membawa satu buku maka lambat laun kebutuhan akan buku-buku bacaan dapat bertambah banyak. Jadi, program Saku Sanak di sekolah dapat menjadi alternatif solusi mengatasi keterbatasan buku bacaan. Buku-buku bacaan yang telah terkumpul dapat di tempatkan di pojok baca kelas dengan penataan yang mudah dijangkau.
Kendal, 12-03-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
