Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senyum-Senyum yang Polos
Senyum polos anak-anak saat bersama di sekolah.

Senyum-Senyum yang Polos

Senyum-Senyum yang Polos

Tantangan hari ke-72

#TantanganGurusiana

Merah putih seragam sekolah melekat di badan. Selalu dipakai untuk belajar demi menggapai sebuah cita-cita. Kebersamaan dan keceriaan dalam menuntut ilmu kini harus teralihkan. Belajar di rumah diperpanjang lagi.

Hari-hari yang selalu kau lalui dengan senyum polos di sekolah sementara menjadi kerinduan yang nyata. Bukan karena malas atau tak mau berjumpa. Mencegah penularan virus corona itu yang lebih utama. Kesehatan dan kebersihan memang harus selalu dijaga.

Belajar di rumah tentu saja ada suka dan dukanya. Di satu sisi anak-anak tak harus tergesa-gesa berangkat ke sekolah diantar orang tua. Mereka pun bisa belajar tanpa harus melangkahkan kaki ke sekolah. Tanpa berseragam, tanpa bersepatu, dan tanpa menggendong tas sekolah.

Duduk belajar di rumah berkawan orang tua. Sambil menikmati jajan di atas meja tugas pun dapat dikerjakan. Jam belajar dapat diatur bersama keluarga. Istirahat, makan siang, dan sholat berjamaah tak perlu sambil bercanda. Demikian juga dengan teman-teman lainnya. Mereka mengalami hal yang sama.

Walau tak ada kebebasan bermain dan bercanda ria dengan teman seperti biasanya, namun senyum-senyum polos di kala itu melukiskan kedamaian, kesejukan, dan harapan. Bersama menuntut ilmu. Bersama pula menikmati duniamu. Dunia anak-anak yang penuh keceriaan menyambut masa depan.

Kini, senyum-senyum polos itu tersimpan dalam keluarga. Bertambah hangat. Bertambah rekat. Ayah, ibu, kakak, dan adik bersatu dalam pembelajaran di rumah. Tugas yang mengalir setiap hari tak perlu dianggap beban. Kerjakan sesuai dengan kemampuan.

Rasa jenuh berdiam terus di dalam rumah dialami oleh hampir semua orang. Belajar kecakapan hidup bersama orang tua dapat menjadi kebiasaan yang perlu dilakukan. Menata tempat tidur, membersihkan rumah, membantu memasak makanan bergizi adalah contoh-contoh kegiatan pendidikan kecakapan hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.

Sesekali bercanda bersama orang tua atau menuliskan kata-kata dengan visualisasi gambar berwarna dapat mengisi waktu tanpa terasa. Selain itu, dapat juga anak-anak menuliskan teks prosedur tentang suatu proses kegiatan yang telah dilakukan bersama orang tua di rumah.

Misalkan saja ketika membantu ibu memasak di dapur. Anak-anak bisa menuliskan nama masakannya, bahan-bahan dan alat yang digunakan serta cara pembuatannya. Kemudian bagaimana cara menjaga kebersihan alat dan tempat memasak. Asyik juga kan? Meski belajar di rumah namun lemparan senyum polos tetap dapat ditunjukkan.

Baju-baju seragam yang biasa dipakai ke sekolah sementara dilipat dan disimpan. Tas gendong pun diletakkan dan buku-buku pekerjaan tetap menjadi teman. Semoga wabah corona segera berakhir sehingga aktivitas anak-anak pun kembali normal seperti biasanya.

Kendal, 30-03-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post