Si Biru Bikin Menggebu
Si Biru Bikin Menggebu
Tantangan hari ke-55
#TantanganGurusiana
Kubuka group Face Book Media Guru. Berbagai status yang ditulis dari teman-teman Gurusianer kubaca satu per satu. Banyak diantaranya yang mengirim gambar piagam/sertifikat si biru. Rasa senang dan syukur tampak melekat pada masing-masing penerimanya. Selamat kuucapkan pada Gurusianer yang telah beruntung menerima si biru.
Si biru memang banyak yang menunggu, termasuk diriku. Terkadang yang namanya menunggu memang dapat membuat rasa jemu. Tetapi ketika yang ditunggu muncul berubah rasa menjadi haru. Apalagi jika yang ditunggu adalah si biru.
Si biru yang ditunggu-tunggu memang tidak sembarang biru. Biru yang ditunggu para Gurusianer adalah suatu penghargaan. Meski hanya selembar kertas berwarna biru, namun si biru begitu berarti bagi penerimanya. Si biru menandakan jerih payah menulis 30 hari tanpa jeda sebagai ujian atau perjuangan. Sehari saja lupa atau bolong menulis, maka remidilah risikonya.
Di samping menjadi bentuk penghargaan terhadap sebuah karya, si biru juga dapat menjadi pemicu semangat untuk menulis bagi para Gurusianer. Apalagi bagi pemula sepertiku. Si biru benar-benar membuat hasrat hati jadi menggebu untuk terus menulis dan menulis.
Biru itu warna yang menyejukkan dan mengandung harapan. Biru juga dapat dijadikan simbol kesabaran. Luasnya langit dan samudra jika dipandang dari kejauhan memantulkan warna biru yang menawan. Tak ada salahnya jika biru diidentikkan dengan keluasan. Maka dari itu, kupikir tepat sekali piagam pertama yang diluncurkan dalam tantangan menulis di Media Guru dicetak dengan warna biru.
Piagam biru menunjukkan sebuah kesabaran hati dan keluasan berpikir. Kesabaran hati menunggu kehadirannya dan keluasan berpikir yang ditempa melalui proses menulis tanpa jeda. Semakin hari semakin bersemangat dan menggebu untuk berkarya.
Bukan karena si biru semata. Aku yakin para Gurusianer baik yang telah lama maupun yang masih pemula, kini menulis menjadi hal yang biasa dan disuka. Sehari saja tidak menulis, akan hadir rasa yang beda. Seperti ada yang belum lengkap dalam aktivitas hariannya.
Itu sebabnya sambil menunggu si biru, kulanjut saja untuk menulis. Menulis apa saja yang penting tidak mengeluh atau menggerutu. Lebih baik menulis daripada hanya berangan-angan belaka. Itu pikirku.
Percaya saja si biru akan segera menemui pemiliknya. Yang penting aku sudah mengajukan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan. Aku juga setuju dengan nasihat Pak Moh.Ihsan CEO Media Guru tercinta ini agar para Gurusianer tetap sabar menunggu walau hati sangat menggebu untuk segera menerima si biru.
Kendal, 13-03-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
