Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Waktu Kecilku di Sekolah
Anak-anak saling berkejaran saat istirahat.

Waktu Kecilku di Sekolah

Waktu Kecilku di Sekolah

Tantangan hari ke-46

#TantanganGurusiana

Mengamati anak-anak yang sedang berkejar-kejaran di waktu istirahat mengingatkanku tentang waktu itu. Beberapa puluh tahun yang lalu aku duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Banyak hal yang masih terngiang dalam ingatanku. Seperti apa ya waktu kecilku di sekolah?

Waktu istirahat adalah waktu yang menyenangkan bagi anak-anak setelah merasa penat mengikuti pelajaran. Tak bedanya dengan diriku waktu itu. Ketika bel istirahat yang terbuat dari besi berbunyi klonteng-klonteng maka segeralah aku bersama teman-teman keluar kelas. Ada yang membeli jajan dan ada yang langsung bermain di belakang sekolah.

Tik Benik dengan bola bekel dan Dam-Daman sering kumainkan. Menggunakan kerikil seadanya berderet di teras rumah Pak Darmo yang terletak di belakang sekolah jadi pilihan. Senang rasanya ketika dapat memenangkan permainan.

Suatu saat aku juga bermain kasti bersama teman-teman dengan bola yang terbuat dari kertas bekas yang diremas-remas lalu dibentuk bola. Permainan pun tanpa kayu pemukul. Bola cukup di ayun lalu dipukul pakai tangan secara langsung. Sederhana sekali tetapi sangat menyenangkan.

Beruntung tubuhku termasuk kecil dibandingkan dengan teman-teman sebayaku sehingga aku tak menjadi incaran lemparan bola oleh lawan. Meski keringat bercucuran, rasa haus dan lapar tak begitu kurasakan. Yang penting senang seolah terbebas dari beban.

Cerita tentang waktu kecilku di sekolah, tak hanya sebatas permainan saja. Masa-masa merawat kebun dan hewan piaraan pun masih terngiang. Betapa senang hatiku, ketika aku mendapat giliran membawa rumput dari rumah untuk memberi makan beberapa ekor kambing yang dipelihara di kandang belakang sekolah. Beberapa kambing memang dipelihara bersama di sekolahku.

Tak hanya itu, menanam jahe bersama Bu Siti guruku, juga masih kuingat. Tanah di bagian depan sekolah sebelah kanan memang di sediakan untuk apotik hidup. Beberapa tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan kencur ada di sana. Sedangkan di sebelah kiri gedung sekolah ada kolam ikan.

Kadang saat istirahat aku dan teman-teman juga bermain di tepi kolam yang dibuat secara permanen. Letaknya persis bersebelahan dengan masjid. Meski belum ada gedung perpustakaan, tetapi aku merasa senang menjadi bagian dari sekolah yang juga memiliki sawah di seberang jalan untuk ditanami padi.

Benar-benar lengkap rasanya waktu itu. Ketika musim panen tiba dapat kulihat banyak warga ikut memanen padi di sawah milik sekolah. Kok bisa ya, sekolah punya ternak, punya kolam, apotik hidup, dan sawah? Ternyata baru sekarang pertanyaan itu muncul.

Meski kini aku telah jauh dari kampung halaman tempat sekolahku (SD) berada, namun kegiatan-kegiatan yang pernah kuikuti juga masih menempel setia di kepala. Apalagi saat guruku mengumumkan untuk membawa ember pada hari Sabtu. Sorak sorai pun segera bergema di kelas. Itu pertanda anak-anak akan bergembira ria mengepel lantai kelas bersama.

Mengambil air dari sumur pompa sambil bermain ciprat-cipratan air itu menjadi hal yang menyenangkan. Mengepel lantai dengan serbet kaos seraya plesetan sungguh tak dapat kulupakan. Baju dan badan basah tak jadi masalah. Meski demikian, kami seolah-olah tak merasa bersalah ketika pulang sekolah badan kedinginan. Yang penting kelas menjadi lebih bersih.

Kegiatan Pramuka, pencak silat, dan panembrama juga kuikuti dengan senang hati. Guru-guru di sekolahku memang hebat. Anak-anak tak hanya diberi pelajaran saja akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler pun diajarkannya.

Kini, setelah berlalu waktu kecilku, barulah kusadari betapa pentingnya sebuah sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap sesuai dengan kebutuhan siswa. Ditunjang dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan memberi kesempatan untuk berbagi dalam pembelajaran setidaknya memberikan kemerdekaan dalam belajar dan pembelajaran.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post