Adakah Perbedaan antara Teknik dan Taktik Pembelajaran?
Adakah Perbedaan antara Teknik dan Taktik Pembelajaran?
Tantangan hari ke-81
#TantanganGurusiana
Kenapa seorang guru bisa disegani dan bisa begitu akrab dengan siswa-siswinya? Diakui atau tidak, tanpa bermaksud mengoreksi teman-teman guru, pada kenyataannya memang ada guru yang sangat disegani tetapi ada juga guru yang kadang ditakuti oleh siswa. Hal ini tentunya tidak lepas dari model, metode, teknik dan taktik pembelajaran yang digunakannya.
Kalau Pak Eko Adri Wahyudiono telah membahas tentang model, metode, dan gaya belajar siswa pada artikelnya, maka saya ingin melengkapinya dengan teknik dan taktik pembelajaran. Adakah perbedaan antara teknik dan taktik pembelajaran? Menurut Komalasari (2013:56) teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Sedangkan taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Dengan mencermati pendapat tersebut, ternyata antara teknik dan taktik pembelajaran itu ada bedanya.
Ketika seorang guru telah memilih metode dalam pembelajaran, maka untuk mengimplementasikannya antara satu guru dengan guru lainnya akan tampak berbeda. Ambil saja sebagai contoh. Pak Eko mengajar siswa-siswi SMA sedangkan saya mengajar siswa-siswi SD. Ditinjau dari jenjang pendidikannya jelas berbeda. Tentu saja karakteristik siswanya juga berbeda. Begitu pula dalam mengimplementasikan metodenya tentu dengan teknik yang berbeda.
Meskipun metode yang dipilih sama (misal diskusi) bisa saja P.Eko mengimplementasikannya dengan teknik diskusi kelas. Sedangkan saya sebagai guru SD memilih menggunakan teknik diskusi kelompok kecil. Siswa mendiskusikan materi dan mengerjakan tugas berkelompok dengan cara dibimbing dalam tiap-tiap kelompok kecil. Presentasi hasil pun disampaikan dalam kelompok kecil. Sementara, Pak Eko memfasilitasi diskusi secara klasikal. Lalu siswa mempresentasikan hasil diskusinya secara klasikal pula.
Teknik pembelajaran pada kelas dengan jumlah yang berbeda juga berpengaruh pada pembagian kelompok. Kelompok diskusi dapat dibentuk berdasarkan jenis kelamin, hobi, nama buah kesukaan, kedekatan tempat tinggal atau perbedaan kemampuan. Masing-masing guru bisa memilih teknik yang berbeda dengan guru lainnya.
Penentuan jumlah anggota dalam kelompok juga bisa dilakukan dengan teknik yang berbeda. Suatu saat jumlah anggota dalam satu kelompok terdiri atas 3 anak. Pada saat yang lain anggota kelompok bisa terdiri atas 4 atau 5 anak menyesuaikan materi yang diajarkan. Demikian pula dengan kondisi kelas yang keaktifan siswanya berbeda juga akan berbeda pula teknik diskusi yang dilakukan.
Berbeda dengan teknik pembelajaran, taktik mengajar lebih mengacu pada gaya mengajar seorang guru. Jadi sifatnya berkaitan dengan individu. Misalkan terdapat dua orang guru yang sama-sama mengajar dengan metode tanya jawab. Dalam penyampaiannya bisa saja bervariasi. Mungkin guru yang satu lebih suka bertanya dengan wajah penuh simpatik dengan senyum bersahabat. Sementara guru yang satunya lagi bertanya tanpa ada senyuman tetapi tidak menyalahkan jawaban siswa secara spontan. Jawaban ditampungnya terlebih dahulu, barulah dibahas bersama.
Taktik pembelajaran yang dimiliki oleh satu guru dengan guru yang lainnya tidak lepas dari pembawaan guru masing-masing. Ada guru yang bertipe humoris ada pula yang terlalu serius dalam mengajar. Ada guru yang suka memberi penguatan positif tetapi ada juga yang suka memberi penguatan negatif untuk meluruskan siswanya yang tidak mengindahkan peraturan saat pelajaran berlangsung.
Adanya perbedaan teknik dan taktik pembelajaran yang digunakan oleh masing-masing guru, menunjukkan suatu kekhasan tersendiri. Kekhasan tersebut tergantung dari keterampilan yang dimiliki guru dalam mengajar. Keterampilan membimbing diskusi (kelompok kecil) dan keterampilan bertanya kepada siswa merupakan contoh keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru.
Guru yang mampu menyajikan materi pelajaran dengan teknik dan taktik yang sesuai dengan karakteristik siswa tentu akan disambut dengan senang hati oleh mereka. Teknik dan taktik yang bervariasi akan membuat siswa menjadi tertarik untuk belajar. Adanya ketertarikan tersebut bisa menjadikan para siswa lebih giat dan semangat dalam belajar. Dengan begitu, sangat memungkinkan jika prestasi siswa pun akhirnya menjadi lebih bagus.
Rasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran bagi para siswa dapat dipengaruhi oleh adanya teknik dan taktik yang bervariasi dari sang guru. Menjadi guru yang akrab dan disegani oleh para siswa tentu sangat menyenangkan. Apalagi jika prestasi belajarnya meningkat. Oleh sebab itu, selain mampu memilih dan menerapkan model dan metode yang mengaktifkan siswa, guru juga perlu menggunakan teknik dan taktik mengajar secara bervariasi yang menyenangkan.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
