Arti Penting Sebuah Piagam
Arti Penting Sebuah Piagam
Tantangan hari ke-98
#TantanganGurusiana
Setiap orang tentu akan merasa senang ketika mendapatkan sebuah piagam. Entah itu piagam hasil kejuaraan atau pun piagam hasil keikutsertaan dalam sebuah kegiatan. Seberapa pentingkah sebuah piagam itu?
Tidak setiap orang dapat memperoleh piagam. Piagam biasanya diberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya sebagai penghargaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, ada 2 (dua) pengertian mengenahi piagam. Yang pertama, piagam berarti surat (tulisan pada batu, tembaga, dan sebagainya) resmi yang berisi pernyataan pemberian hak, tanah, dan sebagainya atau berisi pernyataan dan peneguhan mengenai suatu hal (tentang ikrar dan sebagainya). Kedua, piagam berarti ijazah, diploma. (**(censored)**
Piagam ada yang berupa lembaran kertas dan ada juga yang berupa tulisan dalam sebuah batu atau benda lainnya. Ukurannya juga berbeda-beda. Nama penerima beserta identitas dan jenis kegiatan yang diikuti selalu tertulis pada piagam. Nama penerima bisa individu/perseorangan atau sebuah organisasi dan lembaga.
Sebuah piagam dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Banyak manfaat jika kita memiliki piagam. Selain menunjukkan bukti suatu prestasi atau partisipasi dalam kegiatan, piagam juga dapat digunakan untuk melengkapi dokumen dalam sebuah portopolio. Bahkan dengan sebuah piagam, seseorang akan lebih dipercaya atas kemampuan yang dimilikinya.
Piagam hasil kejuaraan dapat diperoleh karena seseorang berhasil meraih juara dalam suatu pertandingan, perlombaan atau kompetisi. Sedangkan piagam atas partisipasi sebagai peserta dalam sebuah event-event tertentu diberikan sebagai bukti/penghargaan atas partisipasinya telah mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Baik piagam hasil kejuaraan maupun hasil kegiatan sama-sama mempunyai arti yang sangat penting bagi penerimanya. Piagam tidak lain adalah suatu bentuk penghargaan secara tertulis.
Contoh kegiatan yang sering memberikan piagam kepada pesertanya adalah pendidikan dan pelatihan atau seminar. Pendidikan dan pelatihan (diklat) kebanyakan dilakukan dengan pola waktu minimal 32 jam atau bisa juga lebih. Alokasi waktu tersebut sangat berarti bagi para PNS (guru atau kepala sekolah) karena dapat digunakan sebagai bukti kegiatan pengembangan diri. Kegiatan pengembangan diri dapat memperoleh nilai untuk pengajuan penilaian Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) tahunan.
Begitu pentingnya sebuah piagam untuk penilaian dalam DUPAK, terkadang malah ironis. Hal ini bisa saja terjadi ketika ada yang mengesampingkan proses perolehannya. Diakui atau tidak, hanya demi mengejar nilai terkadang masih kita jumpai ada kasus-kasus penerimaan piagam tanpa mengikuti kegiatan sampai selesai. Bahkan terkadang ada yang tidak mengikuti kegiatan sama sekali dengan alasan yang kurang tepat tetapi yang bersangkutan membutuhkan piagamnya. Sungguh sangat memprihatinkan jika sampai terjadi hal yang demikian.
Jika seseorang memandang piagam sebagai barang yang penting, proses perolehan dan tindak lanjut setelah mendapatkan piagam itulah yang justru lebih penting untuk diperhatikan. Piagam akan memiliki nilai yang sangat berharga bagi pemiliknya jika diperoleh melalui proses dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Kepuasan akan berbeda jika cara mendapatkannya juga berbeda. Meski pun piagam hanyalah selembar tulisan, namun ia dapat mewakili bahwa suatu peristiwa penting telah terjadi.
Berbagai ekspresi banyak dilakukan orang karena merasa senang setelah menerima piagam. Namun, rasa senang/bangga itu akan lebih baik jika diimbangi dengan komitmen dan konsekuensi. Apakah setelah menerima piagam cukup hanya merasa senang saja sebagai suatu kenangan, atau sebaliknya? Piagam akan dijadikan sebagai pemacu untuk menjadi lebih baik lagi.
Terlepas dari bagaimana konsekuensi seseorang dalam menerima piagam tersebut, itu tergantung dari kepentingan masing-masing individu. Hanya saja, akan terasa lebih baik jika piagam dapat dijadikan sebagai cambuk atau motivasi untuk terus berusaha dan berkarya demi meningkatkan kualitas diri. Salam literasi.
Kendal, 25-04-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan