Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berani Ikut Lomba Menulis Buku
Buku antologi karya pemenang lomba menulis bulan April 2020.

Berani Ikut Lomba Menulis Buku

Berani Ikut Lomba Menulis Buku

Tantangan hari ke-96

#TantanganGurusiana

Pengumuman lomba menulis buku bertema guru penggerak dari Media Guru Indonesia (MGI) telah beredar. Berbagai ucapan selamat diberikan kepada para pemenang. Rasa gembira pun tertuang dalam banyak postingan. Wajar saja hal itu terjadi sebagai ungkapan atas keberhasilannya.

Kalah dan menang dalam sebuah lomba memang biasa. Siapa pun yang menjadi peserta, harapan menjadi juara atau pemenang pasti ada. Hanya keberuntungan yang membedakannya.

Berani mengikuti lomba menulis buku tentu saja membutuhkan satu tekad atau keberanian tersendiri. Apa pun hasilnya akan diterimanya dengan lapang dada. Mental lomba memang harus dimiliki oleh setiap peserta. Jika menang tidak meremehkan peserta yang lain dan jika kalah tidak pula mencari berbagai kesalahan.

Tidak semua orang berani mengikuti lomba yang erat dengan aktivitas di depan laptop atau gawai. Berbagai pertimbangan biasanya dilakukan. Ada berbagai alasan bagi seseorang untuk mengikuti lomba. Ada yang mengikuti lomba karena sekedar mencari pengalaman, ada yang ingin mendapat penghargaan, dan ada pula yang ingin mengukur kemampuan dirinya sendiri. Masing-masing peserta mempunyai hak untuk beralasan sesuai hati dan nuraninya.

Apa pun alasannya, yang jelas bagi mereka yang berani mengikuti lomba perlu mendapatkan apresiasi yang sepantasnya. Ucapan selamat, pemberian hadiah atau selembar piagam akan memiliki arti yang sangat berharga bagi para pemenang. Apalagi jika pemberiannya dilakukan tepat pada waktunya. Tentu saja akan menimbulkan kesan yang sangat menggembirakan.

Penerimaan penghargaan dalam lomba bukanlah akhir dari sebuah lomba itu sendiri. Apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh para pemenang itu yang perlu dipertanyakan. Apakah akan merasa puas hanya dengan memperoleh piagam penghargaan saja, atau akan terus lanjut berkarya sehingga kemampuan diri semakin terasah dan meningkat. Di atas langit masih ada langit. Mestinya pepatah itu bisa dijadikan pedoman untuk tidak cepat merasa puas setelah menjadi pemenang dalam lomba.

Hasil lomba yang didokumentasikan tentunya akan sangat bermanfaat. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Apalagi jika dibukukan. Selain menghadirkan kebanggaan dan kepuasan bagi para pemenangnya, dokumentasi dalam buku juga akan menjadi kenangan yang mengesankan.

Karya-karya yang tertuang dalam buku dapat menjadi sumber ilmu bagi orang lain. Meski tujuan mengikuti lomba bukanlah untuk mencari ketenaran, namun jika karyanya dibukukan tidak menutup kemungkinan bagi penulisnya menjadi banyak dikenal orang. Oleh karena itu, benarlah jika ada pepatah yang mengatakan membacalah untuk mengenal dunia dan menulislah maka kau akan di kenal oleh dunia. Selain menjadi sumber ilmu, buku juga dapat menjadi warisan bagi anak cucu.

Lomba menulis buku merupakan ajang yang sangat tepat untuk diikuti oleh para guru. Baik dari jenjang TK/PAUD hingga jenjang pendidikan atas, para peserta dapat mengungkapkan ide/gagasan dan pengalamannya dalam bentuk tulisan. Tulisan-tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Maka dari itu, ketika tulisan-tulisan hasil karya para pemenang dibukukan berarti sama halnya dengan menebar kebaikan. Selamat untuk para pemenang.

Kendal, 23-04-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post