Kemitraan Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kemitraan Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan
Tantangan hari ke-86
#TantanganGurusiana
Istilah kemitraan sudah sangat sering kita dengar. Kemitraan tidak hanya berlaku dalam dunia bisnis saja. Sebuah lembaga pendidikan (sekolah) juga dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Bagaimana bentuk kemitraan yang dapat dilakukan untuk menuju peningkatan kualitas pendidikan?
Kemitraan dengan TF
Selama ini, kemitraan yang dijalin oleh sebuah sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan secara umum masih terbatas pada kemitraan dengan komite sekolah. Dalam kedudukannya sebagai mitra, komite sekolah berfungsi untuk membantu menjembatani tercapainya visi, misi, dan tujuan sekolah. Kegiatannya pun baru sebatas pada kebersamaan dalam menentukan kebijakan sekolah selain memberikan sumbangan-sumbangan yang bersifat finansial.
Kini, sekolah-sekolah pada jenjang pendidikan dasar seperti SD/MI dan SMP/MTs juga dapat menjalin kemitraan dengan sebuah yayasan bernamaTanoto Foundation (TF). Tanoto Foundation (TF) merupakan sebuah yayasan filantrofi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu program yang diluncurkannya bernama PINTAR (Program Peningkatan Inovasi dan Kualitas Pembelajaran).
Bermitra dengan Tanoto Foundation sangat menguntungkan. Bermula dengan pembuatan komitmen dan MOU bersama, kemudian diadakan pelatihan-pelatihan. Ada pelatihan untuk kepala sekolah, komite sekolah, dan para guru. Setelah diadakan pelatihan, lalu ada pendampingan praktik-praktik baik yang dilakukan bersama oleh para staf dan Fasilitator Daerah (Fasda) yang telah terlatih. Pendampingan dilakukan di masing-masing sekolah mitra.
Prioritas Program
Ada 4 (empat) materi yang diprioritaskan dalam pelatihan yang diberikan oleh para Fasda Tanoto Foundation (TF). Keempat materi tersebut mencakup Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), Budaya Baca (BB), dan Pembelajaran yang MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi). Semua materi sangat berkaitan dengan upaya menuju peningkatan kualitas pendidikan.
Sebagai contoh, dalam hal pembelajaran dikenalkan adanya model pembelajaran MIKiR yaitu peserta didik dilibatkan untuk Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi. Pemberian pertanyaan pada peserta didik tidak lagi bersifat hafalan saja tetapi juga diberikan pertanyaan yang bersifat produktif, imajinatif, dan terbuka. Penyusunan skenario pembelajaran lebih mengutamakan pada pengamatan dan percobaan. Pengaturan tempat duduk pun dapat bervariasi sesuai dengan materi yang sedang diajarkan. Praktik-praktik baik tersebut merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan.
Bentuk pelatihan yang diberikan oleh para Fasda TF terasa sangat berbeda dengan pelatihan-pelatihan lain yang pernah diikuti. Materi yang diberikan dikemas dalam bentuk modul. Sedangkan sistem pelatihannya dilakukan dengan model ICARE (Introduction, Connection, Aplication, Reflection, dan Ekstention) yang dipandu oleh 2 (dua) orang Fasda untuk tiap sesinya. Tempat duduk diatur secara berkelompok dan tugas pun dikerjakan secara interaktif antara peserta dengan peserta dan antara peserta dengan Fasda.
Setelah mengikuti pelatihan, tiap-tiap sekolah mitra TF mendapatkan pendampingan dari 2 (dua) orang Fasda. Kedua Fasda masing-masing memberikan pendampingan praktik baik kepada kepala sekolah dan komitenya serta kepada para guru kelas. Setelah materi dalam satu modul selesai, showcase (pameran) pun diadakan.
Berbagai produk hasil pelatihan dipamerkan dalam acara showcase. Di sinilah masing-masing sekolah dapat saling berbagi dan bertukar pengalaman. Mulai dari produk MBS, PSM, BB, dan Pembelajaran antara sekolah yang satu dengan yang lain tampak bervariasi. Bukti-bukti fisik dalam showcase benar-benar menunjukkan adanya inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Menjalin kemitraan dengan Tanoto Foundation (TF) ternyata dapat menjadi jembatan untuk menuju peningkatan kualitas pendidikan. Terima kasih Tanoto Foundation.
Kendal, 13-04-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
