Lanjut Terus Pantang Mundur
Lanjut Terus Pantang Mundur
Tantangan hari ke-101
#TantanganGurusiana
Mengikuti tantangan menulis 365 hari tanpa jeda bukan berarti tanpa kendala bagiku. Rasa capai dan malas kadang-kadang menghantui juga. Bahkan ketika harus menulis, bukannya muncul ide tetapi malah terkadang kehilangan ide. Gawat juga kalau sudah begitu. Mau istirahat apa lanjut?
Istirahat itu memang perlu, akan tetapi bukan berarti berhenti dari kegiatan yang belum selesai. Walau bagaimana pun, manusia itu bukan mesin atau robot yang bisa bekerja terus menerus tanpa henti. Agar dapat melanjutkan tugas, pekerjaan atau aktivitas lainnya jelas membutuhkan waktu untuk istirahat. Begitu pula dengan aktivitas menulis. Meskipun hanya sejenak, istirahat dapat memulihkan energi sehingga tenaga dan pikiran bisa segar kembali.
Sebenarnya istirahat paling efektif itu adalah tidur. Tidur yang cukup dan teratur sangat dianjurkan demi menjaga kesehatan. Lalu bagaimana jika seseorang terlalu nyenyak dalam tidur hingga terlewatkan batas waktunya untuk bangun? Tentu saja bisa mengakibatkan sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Bagi para Gurusianer yang mengikuti tantangan, terkena remidi adalah salah satu contohnya.
Remidi? Wow, itu kata yang menyedihkan apabila benar-benar terjadi. Remidi berarti harus mengulang kembali. Bagai orang sedang berjalan menuju suatu tempat, kok tiba-tiba harus berbalik mengulang dari awal lagi. Tentu saja itu merupakan hal yang tidak diinginkan. Daripada harus menanggung remidi yang sudah hampir sepertiga perjalanan, ya lebih baik istirahat sejenak untuk menyusun kekuatan.
Ibarat sebuah kendaraan yang akan melaju untuk menempuh jarak jauh, bahan bakar tidak boleh sampai kekurangan. Perlu juga mampir ke SPBU dulu untuk mengisi bensin. Aku pun begitu. Aku tak boleh kehabisan ide dan semangat. Meski capai dan terkadang malas harus tetap konsisten jika ingin sampai ke tujuan tepat pada waktunya.
Beruntung banyak teman yang peduli dengan rasa capai dan malas yang sedang hinggap dalam diriku. Ternyata banyak diantara mereka yang tak ingin aku terlena begitu saja. Mereka justru saling mendorongku untuk terus lanjut. Lanjut terus pantang mundur. Begitulah dukungan mereka yang membuatku tak lagi kendur.
Padahal saat itu aku benar-benar sedang kehilangan energi untuk lanjut menulis. Entah mengapa aku sendiri tidak tahu. Biasanya semangat dan ide suka muncul tiba-tiba. Tetapi kali ini benar-benar sedang malas sekali. Mungkinkah karena telah berhari-hari berada di rumah? Atau karena sedang merana karena rindu pada gelak tawa anak-anak di sekolah?
Anak-anak di sekolah adalah inspirasiku. Mereka adalah generasi penerus yang mampu menghadirkan ide-ide baru untuk berkreasi dan berinovasi. Ketika dapat membuat mereka belajar dengan nyaman dan senang, itu merupakan suatu kebahagian tersendiri bagiku sebagai seorang guru (pendidik). Aku pun yakin hal ini juga dirasakan oleh para guru yang lain.
Kini situasi belumlah pasti kapan belajar di rumah akan berhenti. Padahal rasa rinduku ingin segera terobati. Namun apa hendak dikata. Sebagai seorang hamba tidaklah pantas untuk berkeluh kesah. Tetap bekerja tidak boleh malas jika tak ingin angan-angan menjadi kandas.
Lanjut menulis memang akan lebih baik daripada termenung saja. Tak ada yang sia-sia meski terkadang tak sesuai dengan rencana. Menulis memang butuh proses dan butuh latihan terus menerus hingga tulisan menjadi berkualitas. Menyingkirkan rasa malas juga tidak mudah. Butuh motivasi agar langkah tak sampai terhenti.
Jika banyak teman telah memberikan motivasi untuk lanjut, maka niat dari dalam diri sendiri juga perlu dikuatkan. Namanya saja mengikuti sebuah tantangan. Konsistensi dan konsekuensi tentu ada. Berbagai rintangan dan halangan harus segera disingkirkan. Dengan begitu, akan terasa lancar perjalanan untuk lanjut terus mencapai tujuan. Terima kasih kuucapkan kepada seluruh teman Gurusianer yang telah memotivasi untuk lanjut terus pantang mundur dalam menulis.
Kendal, 28-04-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
