Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Lupa Membuatku Tertawa

Lupa Membuatku Tertawa

Lupa Membuatku Tertawa

Tantangan hari ke-82

#TantangamGurusiana

Lupa dapat dialami oleh siapa saja. Tidak hanya orang tua tetapi orang muda bahkan anak-anak pun bisa mengalaminya. Jadi kalau ada seseorang yang lupa dengan sesuatu, ya saya anggap hal itu wajar saja. Bukankah manusia itu memang tempatnya lupa dan salah?

Saya tidak akan membahas tentang lupa secara ilmiah. Lupa kadang membuat seseorang jadi bingung, khawatir, malu, takut atau menyesal. Ada juga karena lupa malah jadi tertawa.

Lupa dapat disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena waktu yang telah lama, adanya kesibukan yang begitu banyak, munculnya hal baru sehingga yang lama jadi terlupakan. Atau bisa juga karena faktor kesehatan dan usia menjadikan kita mudah lupa.

Dua hari yang lalu saya memang baru sempat mengajukan piagam perak. Bukan karena malas atau tidak membutuhkannya. Bukan pula karena saya baru selesai pada tantangan hari ke-60. Saya memang sedikit santai dan biarlah gurusianer lainnya yang mengajukan lebih dulu. Yang penting saya bisa mengikuti tantangan menulis tanpa jeda dengan lancar itu sudah merupakan suatu keberhasilan yang tak terkira sebelumnya.

Piagam perak menjadi penting sebagai penghargaan atas 60 artikel yang selesai ditulis tanpa jeda. Melihat banyak teman memposting si perak yang telah dinanti-nantikan akhirnya saya pun mulai tergerak untuk mengajukannya. Kubuka format pengajuan piagam. Edit tanggapan segera kutekan. Muncullah identitas yang telah terekam. Lalu saya lanjut mengisi format isian.

Satu demi satu link artikel saya isikan. Lumayan lama dan butuh ketelitian bagi saya. Maklum saja, gaptek (gagap teknologi) membuat saya tak selancar teman-teman dalam mengisinya. Selesai mengisi link artikel ke-31 sampai ke-60 lalu saya klik tulisan berikutnya. Lho...kok isian jadi kosong semua ya? Saya mulai penasaran. Dengan sedikit gugup malah diklik tulisan buat opsi baru. Aduh...kenapa malah jadi tambah kosong semua isian mulai dari hari ke-1?

Seperti biasa, ketika ada kesulitan saya segera menghubungi teman. Tambah grogi hati ini karena teman saya justru memperlihatkan screenshoot ucapan terima kasih telah mengajukan permohonan piagam. Kenapa saya tidak, ya? Kemudian saya ulang lagi untuk mengisi format isian sampai selesai dengan lebih teliti. Lagi-lagi saya dibuatnya khawatir dan kecewa karena tak muncul konfirmasi telah mengajukan piagam.

Daripada capai, ya sudahlah saya tinggal ke belakang saja untuk CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). E...tiba-tiba saya teringat kalau dua kali pengajuan ternyata saya tidak sampai pada klik tulisan kirim. Oalaaah... ternyata 2 (dua) kali pengajuan rupanya saya lupa. Begitu ingat, langsung saya ulang hingga klik kirim. Alhamdulillah. Wow... muncullah konfirmasi terima kasih data Anda sudah kami rekam.

Hahaha...saya jadi tertawa geli. Memang gara-gara lupa apa gara-gara corona ya, untuk memunculkan konfirmasi kok harus Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dulu. Saya pun segera mengabari teman. Rupanya ia ikut tertawa juga meski hanya lewat emotikon WA. Ia pun sambil berkomentar, "Genah (jelas) faktor U apa ya?" Saya pun balik kirim emotikon tertawa. Akhirnya, jadilah kami tertawa bersama di WA.

Kemudian kubuka pesan dari teman lain di WA. Lagi-lagi saya dibuatnya tertawa setelah membacanya. Tiba-tiba sebuah kenangan beberapa bulan yang saya sudah lupa muncul tanpa kuduga. Saya memang sempat berteman dengan seseorang di negeri seberang sana. Walau hanya di dunia maya tapi serasa berteman sejak lama.

Karena sesuatu hal, pertemanan pun terhenti. Yang jelas tak perlu saya ceritakan ada apa dengannya. Endingnya saja, akhir pertemanan membuat suami dan saya jadi tertawa terpingkal-pingkal ketika mengingatnya. Ternyata sesuatu yang membuat kita lupa atau telah terlupakan kadang-kadang bisa juga menjadikan kita malah tertawa ketika mengingatnya. Ayo, jangan lupa untuk tertawa bersama agar hati jadi gembira. Hahaha....

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post