Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pojok Baca Sarana Memupuk Gemar Membaca
Pojok baca di kelas 2.

Pojok Baca Sarana Memupuk Gemar Membaca

Pojok Baca Sarana Memupuk Gemar Membaca

Tantangan hari ke-99

#TantanganGurusiana

Belajar di rumah diperpanjang lagi. Itu artinya kerinduan pada aktivitas di sekolah semakin menjadi. Apalagi jika teringat betapa senangnya melihat anak-anak duduk bersila di pojok baca sambil mengisi waktu luangnya.

Lima belas menit sebelum pelajaran dimulai, anak-anak dengan semangat membiasakan diri untuk duduk bersama teman-temannya di pojok baca. Di tempat itulah mereka membaca buku bacaan untuk menambah ilmu dan pengalaman. Tak hanya di pagi hari saja mereka bercengkerama membuka jendela dunia. Waktu istirahat pun tak jarang mereka gunakan untuk menikmati berbagai cerita setelah menikmati jajan dan minumnya.

Pengadaan pojok baca merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk memupuk kebiasaan dan kegemaran membaca. Dimulai dari pembiasaan 15 menit membaca buku bacaan atau buku cerita, diharapkan dapat menjadi pemacu bagi anak-anak untuk terus gemar membaca. Dengan fasilitas pojok baca di dalam kelas yang dibuat dengan modifikasi sederhana penuh warna, dapat membuat anak-anak merasa nyaman duduk di dalamnya. Apalagi dengan buku-buku bacaan yang bervariasi dengan gambar dan tulisan yang sesuai dengan karakter anak menjadikan aktivitas mereka tak perlu lagi menunggu komando dari guru.

Pojok baca tak hanya dibuat di dalam kelas saja. Di setiap sudut ruangan atau tempat lain dapat juga dibuat pojok baca. Pojok baca juga dapat dibuat dengan berbagai model dan ukuran. Yang penting ada rak dan isinya. Tak terbatas isi buku saja, rak pada pojok baca bisa diisi bahan-bahan bacaan seperti koran, majalah atau lembaran-lembaran baca lainnya.

Selesai membaca buku di pojok baca, kebiasaan mengisi buku jurnal baca dapat dilakukan untuk merekam kembali apa yang telah dibacanya. Satu hari cukup membaca satu lembar saja. Lama-lama buku pun habis terbaca. Setiap selesai membaca satu lembar buku, dilanjutkan menulis inti bacaan pada buku jurnal baca. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu siswa agar lebih memahami isi bacaan.

Kegiatan literasi baca tidak hanya sebatas membaca saja. Namun, pemahaman tentang isi bacaan itu sangat penting untuk dimiliki anak. Menulis inti bacaan juga merupakan bagian dari literasi. Itu sebabnya, kegiatan baca dan tulis perlu dibiasakan karena kemampuan tersebut sangat berpengaruh pada prestasi akademik.

Jika anak-anak telah terbiasa dengan aktivitas baca dan tulis, maka besar kemungkinan mereka akan mudah untuk memahami kalimat demi kalimat pada mata pelajaran lainnya. Tidak hanya sebatas mengingat dan memahami saja tetapi kemampuan menganalisis kalimat akan tumbuh dengan adanya kebiasaan membaca dan menulis.

Kemampuan menganalisis suatu kalimat dapat melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Seperti kita ketahui bersama bahwa berpikir tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan hidup di era milenial ini. Berawal dari pojok baca itulah, guru dapat membiasakan anak-anak untuk gemar membaca, menulis, dan berpikir tingkat tinggi. Membaca adalah kunci untuk membuka jendela dunia.

Mengenal dunia membuat hidup tak akan ketinggalan dengan jamannya. Dunia sekarang telah berada dalam genggaman orang-orang yang gemar membaca. Betapa senangnya jika gemar membaca telah tertanam pada anak-anak sejak dini. Mereka adalah tunas-tunas bangsa penerus cita-cita.

Adanya pojok baca tak hanya sebagai penghias ruang kelas saja. Keteladanan guru untuk selalu membaca buku di setiap waktu akan menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak. Apalagi anak-anak di kelas bawah Sekolah Dasar (SD). Figur guru sebagai contoh sangat dibutuhkan.

Pojok baca yang menarik dapat menyajikan bahan-bahan bacaan secara bervariasi. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tetap bersemangat dan tidak merasa bosan. Pergantian buku-buku dan bahan bacaan perlu dilakukan. Jangan sampai semangat baca anak-anak menurun hanya karena buku bacaan yang itu-itu saja.

Kerja sama antarkelas dapat menjadi solusi untuk menghadirkan variasi buku bacaan. Masing-masing kelas dapat bertukar buku bacaan apabila buku-buku di pojok kelasnya telah terbaca semua oleh anak-anak. Sesekali, dapat juga diadakan wisata literasi ke pondok baca atau taman baca terdekat. Pemberian penghargaan (reward) bagi anak-anak yang gemar membaca akan sangat menyenangkan bagi mereka.

Lomba membaca/menulis atau pun lomba menata pojok baca dapat juga dilakukan untuk memotivasi kegemaran membaca/menulis. Kegiatan ini dapat melibatkan berbagai pihak. Kepala sekolah, guru, wali murid, dan komite sekolah dapat saling bekerja sama. Jika perlu, libatkan personal dari perpustakaan desa atau perpustakaan daerah setempat. Asyik, bukan?

Kendal, 26-04-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post