Tamu Jurnalis di Sekolah Pedesaan
Tamu Jurnalis di Sekolah Pedesaan
Tantangan hari ke-90
#TantanganGurusiana
Beberapa jam setelah tamu-tamu VIP (Very Important Person) dari Tanoto Foundation (TF) Jakarta berpamitan, bergantilah mobil lain datang. Ternyata penumpangnya para jurnalis nasional dari berbagai media massa. Kedatangan mereka tentu saja ingin mencari sebuah warta.
Tanggal 30 Juli 2019 memang merupakan tanggal bersejarah bagi SDN 2 Kalilumpang, Patean, Kendal, Jawa Tengah. Tidak terbayangkan sebelumnya. Sekolah yang terletak jauh di pedesaan kedatangan tamu-tamu jurnalis nasional. Sungguh merupakan hal di luar dugaan. Kerja keras seluruh warga sekolah bersama segenap wali murid ternyata mendapat perhatian dari mereka para awak media.
Bermula dari sebuah kemitraan, terwujudlah progam-program sekolah. Berbagai pelatihan dan pendampingan selama bermitra dengan TF diwujudkan dalam kerja yang nyata. Walau program yang disusun bersama cukuplah sederhana, namun hasilnya tidaklah sia-sia.
Ada 4 (empat) prioritas program yang dilaksanakan oleh SDN 2 Kalilumpang selama bermitra dengan program PINTAR Tanoto Foundation (TF). Keempat program tersebut meliputi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), PSM (Peran Serta Masyarakat), BB (Budaya Baca), dan Pembelajaran. Pelaksanaan program tidak lepas dari pendampingan para staf dan Fasilitator Daerah (Fasda) yang telah terlatih.
Tahap demi tahap setiap program terus dilaksanakan. Hingga akhirnya satu paket modul terselesaikan. Tibalah waktunya untuk mengadakan showcase (pameran). Tujuannya untuk saling berbagi pengalaman dan unjuk kerja hasil pendampingan. Namun, sebelum mengikuti pameran yang digelar di pendapa Kabupaten Kendal, ada agenda kunjungan tamu untuk datang ke sekolah terlebih dahulu. SDN 2 Kalilumpang terpilih sebagai sekolah yang mendapat kehormatan kunjungan dari para staf TF dan para jurnalis nasional.
Ketika para jurnalis datang, aktivitas di sekolah pun berjalan apa adanya. Pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa. Tamu-tamu para jurnalis memasuki ruang kantor untuk menggali informasi dengan melakukan wawancara. Bersama Ketua Komite dan Paguyuban Kelas, satu per satu saling menjawab pertanyaan. Seluruh warga sekolah bagaikan sedang menjadi artis dadakan.
Setelah mengamati seluruh kegiatan pembelajaran, para jurnalis pun meminta diri untuk pamitan. Kemudian acara dilanjutkan persiapan mengikuti pameran. Berbagai produk dibawa ke stand pameran yang telah disediakan. Hingga malam ditatalah pajangan berupa semua hasil praktik baik selama pendampingan dari staf dan Fasda Tanoto Foundation (TF).
Dalam pameran, datang kembali seorang jurnalis yang ingin melakukan liputan. Seorang perempuan cantik yang banyak senyum memberi kabar akan datang berkunjung ke sekolah esok hari setelah pameran. Ketika pameran selesai, lalu diumumkan hasil penilaian oleh tim yuri. Tanpa diduga sedikit pun ternyata sekolah di pedesaan ini dinyatakan menjadi juara 1 oleh panitia pameran. Oleh karena itu, tak ada alasan untuk menolak tamu jurnalis lagi yang berniat ingin mengetahui lebih banyak hal yang telah dilakukan oleh sekolah hingga layak untuk dikunjungi.
Tibalah saatnya, sang jurnalis benar-benar datang bersama staf komunikasi TF dari Jakarta. Ramah tamah dan perbincangan pun terjadi. Kemudian kudampingi sang jurnalis masuk ke dalam masing-masing kelas untuk mengamati dan mencari informasi. Setelah dirasa cukup, wawancara pun segera dipersiapkan.
Wawancara dilakukan di ruang tamu kantor sekolah. Berbagai pertanyaan diajukan dan direkam dengan alat perekam yang telah dibawanya. Sekitar setengah jam lebih wawancara selesai. Sebenarnya tak ada hal aneh di sekolah ini. Hanya saja ada rasa kebersamaan yang kuat dari berbagai pihak sehingga progres kegiatan menjadi tampak.
Beberapa hari berikutnya ternyata terkirimlah kabar. Hasil wawancara dengan para jurnalis telah menjadi tulisan. Rasa haru akan kebersamaan muncul teriring sebuah harapan. Semoga tulisan-tulisan para jurnalis tentang SDN 2 Kalilumpang dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Terima kasih kami sampaikan kepada para jurnalis yang telah bersusah payah menempuh jalan sempit menuju sekolah di pedesaan. Kehadiran yang begitu mengesankan sangat berarti bagi sekolah untuk semakin memacu diri demi meningkatkan kualitas pendidikan. Salam literasi.
Kendal, 17-04-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
