Terselip Literasi dalam Bola Kecil
Terselip Literasi dalam Bola Kecil
Tantangan hari ke-79
#TantanganGurusiana
Belajar di rumah bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) tak menghalangi aktivitasnya untuk berolah raga. Melalui pesan lewat WA, guru dapat menyampaikan materi muatan pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK). Tugas untuk anak dituliskan dengan jelas.
Hari ini si kecilku Nasywa yang duduk di kelas 3 SD Muhamadiyah Sukorejo, Kendal dengan senang hati mengerjakan tugas dari Bu Guru. Materinya adalah permainan bola kecil sederhana dan atau tradisional. Bersama ayah, disiapkannya bahan dan alat untuk membuat bola kasti.
Sebelumnya, materi dibaca dan dipelajari terlebih dahulu. Kemudian berdiskusi dengan ayahnya tentang alat, bahan, dan cara membuatnya. Alhamdulillah semua yang dibutuhkan untuk membuat bola sederhana ternyata telah tersedia di rumah sehingga tidak perlu keluar untuk berbelanja.
Gunting dan solatip warna coklat diambilnya. Kertas dan kalender bekas juga disiapkan. Sambil membaca langkah-langkah pembuatan yang telah dicetak dalam kertas, Nasywa mulai membuat bola.
Langkah pertama, mengambil beberapa lembar kertas bekas. Kemudian diremas-remas agar menjadi padat dan membentuk bola kasti. Agar tampak lebih rapi, dibalutlah bola itu dengan kertas kalender. Setelah bola terbentuk, langkah selanjutnya adalah melapisinya dengan solatip berwarna coklat. Ketika bola telah tertutup seluruhnya dengan rapi, tak lupa solatip diputus dengan gunting.
Tugas berikutnya adalah memainkan bola dengan cara lempar tangkap. Bola kecil dilempar ke udara dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter. Untuk menangkapnya ada 2 (dua) tahap yaitu tahap pertama menangkap dengan 2 (dua) tangan dan tahap kedua menangkap dengan 1 (satu) tangan.
Permainan lempar tangkap bola kecil dilakukan selama satu menit. Jumlah tangkapan bola dihitung terus hasilnya dituliskan pada tabel yang telah disediakan. Permainan cukup dilakukan di dalam rumah. Berkali-kali mencoba ternyata tidak mudah baginya untuk menangkap bola. Kuberi semangat untuk terus mencoba. Akhirnya berkeringat juga sambil tertawa bersama.
Usai bermain bola, kuajak ia untuk berliterasi tulis. Kutanyakan terlebih dahulu tentang pengalaman saat membuat bola. Setelah mengingat semua langkahnya kumulai mengenalkan padanya untuk menulis teks prosedur.
Kertas kosong dan pulpen disiapkan. Mulailah kubimbing cara-cara menuliskan teks prosedur. Langkah demi langkah diikutinya dengan santai. Berdasarkan pengalaman nyata, prosedur pembuatan bola kecil diceritakan dan ditulis dengan bahasa sendiri. Ternyata tanpa hambatan yang berarti selesai juga tulisannya.
Nah, sambil menyelam minum air namanya. Belajar membuat bola kecil tetapi juga sambil berliterasi bersama orang tua. Mengalami langsung membuat anak menjadi lebih mudah untuk menuliskannya.
Gerakan literasi memang perlu melibatkan orang tua. Usai menulis, kuajak Nasywa untuk mencari bacaan tentang bola kasti di internet sebagai bahan pengayaan. Tak mengapa menyelipkan literasi baca dan tulis dalam sebuah bola kecil. Salam literasi.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
