Wujudkan Branding Sekolah Beriman (Bersih, Indah, dan Nyaman)
Wujudkan Branding Sekolah Beriman (Bersih, Indah, dan Nyaman)
Tantangan hari ke-84
#TantanganGurusiana
Banyak kalimat yang dapat disusun untuk memotivasi warga sekolah agar selalu memiliki rasa peduli terhadap kebersihan dan keindahan. Slogan bersih itu indah dan kebersihan sebagian dari iman sudah sering kita dengar. Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman ya?
Lingkungan sekolah yang bersih tentu akan memancarkan keindahan tersendiri. Baik lingkungan kelas maupun lingkungan sekitarnya seperti halaman sekolah perlu selalu dijaga kebersihannya. Secara tidak langsung, halaman sekolah yang bersih akan menjadi perhatian pertama sebelum seseorang menginjakkan kakinya untuk masuk ke sekolah.
Kebersihan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab penjaga kebersihan/petugas cleaning service saja. Namun, seluruh warga sekolah juga ikut bertanggung jawab untuk menjaganya. Guru, kepala sekolah, dan siswa dapat melakukan kegiatan bersih lingkungan bersama-sama. Kegiatan dapat dilakukan secara rutin atau berkala.
Pembentukan regu piket atau kegiatan Jumat bersih dan Jumat sehat merupakan contoh kegiatan yang dapat dijadikan sebagai budaya sekolah. Bahkan piket dan kerja bakti bersama wali murid pun termasuk dalam kegiatan yang perlu dibudayakan. Piket secara bergiliran membersihkan halaman sekolah dapat dilaksanakan pada pagi hari sebelum pelajaran dimulai. Giliran piket bisa dijadwalkan satu minggu satu kali.
Tiap-tiap regu piket perlu ada koordinatornya sehingga kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Alat kebersihan perlu disediakan sesuai kebutuhan. Untuk membersihkan halaman sekolah yang luas tentu saja membutuhkan alat yang lebih banyak. Misalkan saja sapu lidi, ingkrak, dan tempat sampah. Jenis, bentuk, dan ukuran alat kebersihan sebaiknya disesuaikan dengan tangan-tangan mungil bagi anak-anak di Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan piket halaman sekolah dapat menjadi pembiasaan untuk menanamkan karakter bangsa yang diharapkan. Nilai religius dan gotong royong tercermin di dalamnya. Kebersihan sebagian dari iman dapat diimplementasikan sebagai wujud penanaman karakter religius. Sementara kebersamaan menjalankan piket bersama menjadi penanaman rasa tanggung jawab dan gotong royong untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan.
Bersih itu memang indah. Selain bebas dari sampah-sampah yang berserakan, polusi udara pun dapat dihindarkan. Pembiasaan membuang sampah pada tempatnya perlu dicontohkan oleh guru dan kepala sekolah. Kontrol terhadap sampah-sampah di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Penyediaan tempat sampah di depan masing-masing kelas menjadi sarana bagi anak-anak untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Saling tegur dan mengingatkan satu sama lain untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat dilakukan oleh siswa, guru, kepala sekolah, orang tua murid, dan para penjual jajan di lingkungan sekolah. Pembuatan komitmen bersama baik secara lisan maupun tertulis akan dapat memperkuat konsekuensi untuk selalu menjaga kebersihan bersama.
Reward (penghargaan) dan punisment (hukuman) sesekali perlu diberikan kepada anak-anak agar lebih perhatian terhadap arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kerja sama dengan pihak terkait seperti Puskesmas atau PKK desa terdekat sangat diperlukan. Pihak dari Puskesmas atau PKK dapat dijadikan sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan sekolah.
Sebagai bagian dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), peran seorang kepala sekolah menjadi kunci untuk membuka kesadaran bagi warga sekolah bahwa betapa pentingnya menjaga kebersihan untuk menciptakan keindahan dan kenyamanan. Selain mengadakan kerja sama dengan pihak terkait, pengalokasian anggaran untuk pemenuhan sarana dan prasarana kebersihan juga sangat perlu diperhatikan. Budaya sekolah bersih dapat diprioritaskan untuk menimbulkan rasa keindahan dan rasa nyaman bagi seluruh warganya.
Ketersediaan tempat sampah yang dikreasi dapat dilakukan untuk menarik perhatian para siswa agar tidak merasa segan untuk menggunakannya sebagai sarana untuk menjaga kebersihan. Begitu pula tempat cuci tangan dengan air mengalir perlu diadakan. Tidak lupa dilengkapi sabun dan lap tangan. Alat semprot dengan cairan desinfektan kini sudah saatnya menjadi bahan perhatian.
Pencanangan program sekolah BERIMAN (Bersih, Indah, dan Nyaman) dapat dijadikan sebagai branding bagi sekolah. Untuk itu perlu disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan komitenya. Adanya dukungan dari mereka akan mempermudah dalam melaksanakannya. Salam literasi.
Kendal, 11-04-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
