Ada Nasihat Tatkala Harus Terjun Bebas
Tantangan hari ke-126
#TantanganGurusiana 365 hari
Banyak teman tanpa sengaja mengalami terjun bebas dari puncak karya yang telah diraihnya. Sungguh merupakan hal yang tidak diinginkan. Muncul rasa sakit, sedih, kecewa atau menyesal itu pasti. Namun, apa hendak dikata karena semua telah terjadi. Mau tidak mau kenyataan tersebut memang harus diterima dengan lapang dada.
Sebuah tantangan memang butuh perjuangan. Apalagi tantangan menulis tanpa jeda. Setelah melewati 30 hari, lanjut 60 hari untuk kemudian menuju 90 hari. Bukan hal yang mudah untuk menjaga konsistensi menulis selama waktu tersebut. Terlebih lagi tantangan 365 hari tanpa jeda.
Wow...sebuah tantangan yang benar-benar menantang. Segala waktu, pikiran, tenaga, dan keikhlasan hati dipertaruhkan. Sebenarnya, apa si yang mereka harapkan? Ya, menguji eksistensi diri dan kedisiplinan yang tak boleh diabaikan.
Awalnya terasa sangat memberatkan. Bukan hanya karena sebuah piagam penghargaan tujuan mengikuti tantangan. Akan tetapi membangun sebuah kebiasaan agar menjadi sebuah kebutuhan itulah yang benar-benar menantang. Banyak rintangan dan halangan harus dapat dilalui dengan kesungguhan. Apalagi bagi para gurusianer yang memiliki banyak kesibukan.
Kecakapan membagi waktu tentu merupakan hal yang harus diperhatikan. Sehari saja lupa atau tidak sempat mengunggah tulisan maka alamat gugurlah alias remidi yang akan didapatkan. Istilah kerennya terjun bebas dari suatu ketinggian.
Istilah terjun bebas tentunya terjadi karena sebab yang tak diinginkan dan tak mungkin disengaja. Banyak faktor yang menyebabkannya. Mulai dari sinyal yang mungkin tak mampu mengantarkan tulisan ke blog Gurusiana, terjadi kesalahan teknik pengunggahan muatan karya, batas waktu yang tak mampu ditembusnya, lupa atau tertidur sebelum mengunggah karya. Bahkan ada juga yang terjun bebas oleh sebab yang sama sekali tak terduga dalam pikirannya. Salah klik atau salah kamar misalnya.
Semua yang telah terjadi tak perlu disesali. Meski hati serasa remuk redam hingga hancur berkeping-keping, namun hikmah di balik peristiwa tersebut justru tersimpan di dalamnya. Keikhlasan, kesabaran, dan komitmen sebagai seorang penulis benar-benar sedang dalam ujian. Yakinlah bahwa sebuah ujian yang dapat dilalui dengan baik nantinya akan menaikkan level yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
Remidi atau lanjut itu menjadi hak masing-masing penulis yang telah mengalami terjun bebas. Tak akan ada yang mengolok, mengejek atau menyalahkan. Sesama gurusianer justru saling menyemangati dan memotivasi agar tak sampai terhempas atau pun terjerembab ke landasan yang lebih terjal lagi.
Belum tentu teman-teman yang masih kuat memanjat tangga pada level miliknya juga akan selamat hingga pencapaian akhir 365 hari. Sesuatu yang tak diinginkan mungkin bisa saja muncul tanpa terduga. Hanya takdirlah yang akan menentukannya. Sebagai insan yang meyakini akan sebuah kekuatan hanya ada ditangan Yang Maha Kuasa, maka hanya ikhtiar dan doa yang perlu untuk terus dikhusyukkannya. Hati-hati dalam memanjat untuk meraih level di atasnya menjadi agenda utama dalam perjuangan menaklukkan sebuah tantangan.
Bersiap diri menghadapi rintangan dan halangan yang semakin besar mesti dilakukan. Telah banyak pembelajaran yang didapatkan dari teman-teman yang telah mengalami terjun bebas lebih dulu. Jangan sampai hal yang sama menimpa diri begitu saja.
Bagi teman-teman yang telah mengalami terjun bebas tak perlu larut dalam kesedihan. Kalian semua adalah obor yang telah memberikan cahaya dan rambu-rambu pada teman-teman lain yang masih harus memanjat dengan anak tangganya. Pengalaman terjun bebas bukan berarti tanpa manfaat. Justru pengalaman kalianlah yang mampu membangkitkan semangat untuk berhati-hati dan tetap menjaga disiplin diri bagi teman lainnya. Bangkitlah dan kepakkan kembali sayapmu untuk meraih bintang-bintang yang gemerlapan di atas sana.
Jadikan moment berharga bagi diri dan orang lain saat kalian tiba-tiba harus merelakan hati duduk kembali di titik awal yang memprihatinkan. Kalian tidak sendirian karena banyak teman yang senasib seperjuangan. Terimalah hal tersebut sebagai suatu kebaikan. Kita hanya berusaha dan berdoa. Ada yang berhak untuk menentukannya. Salam semangat berliterasi.
Kendal, 23-05-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
