Ada Rindu di Gazebo itu
Ada Rindu di Gazebo itu
Tantangan hari ke-112
#TantanganGurusiana 365 hari
Bertugas di daerah pedesaan yang jauh dari pusat kota memang banyak tantangan. Tidak terpenuhinya semua sarana dan prasarana pendidikan menjadikan kreatifitas perlu dimunculkan. Mengapa demikian?
Tak terbatas di kota atau di desa, yang namanya tugas tetap harus dilaksanakan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dituntut untuk dapat melakukan berbagai terobosan demi kemajuan. Peningkatan prestasi belajar anak-anak didik pun menjadi sebuah tanggung jawab yang besar.
Berbagai cara untuk menarik perhatian anak didik agar gemar membaca buku perlu ditingkatkan. Ya, karena kegemaran tersebut akan membuat anak-anak bertambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Banyaknya wawasan dan pengetahuan yang dimiliki anak-anak akan berpengaruh pada prestasi belajarnya.
Melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), anak-anak dibiasakan untuk gemar membaca buku-buku bacaan. Tak punya gedung perpustakaan sekolah bukanlah halangan untuk menyediakan tempat baca bagi warga sekolah. Gazebo dapat dijadikan sebagai salah satu tempat baca yang nyaman di kala istirahat atau waktu luang.
Menyoal tentang gazebo, tentu pikiran kita akan terbayang pada sebuah tempat yang unik dan menarik. Gazebo merupakan tempat untuk istirahat sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitarnya. Tempat unik ini biasanya dibuat di sekitar rumah sebagai pemanis halaman. Atau bisa juga dibuat di sebuah tempat yang terbuka.
Bentuk dan bahan untuk membuat gazebo bermacam-macam. Bentuk gazebo kebanyakan seperti sebuah gubug (Jawa) atau saung (Sunda) dengan ukuran cukup hanya untuk duduk dan berteduh beberapa orang saja. Bahannya ada yang dibuat dari bambu dan ada pula yang dibuat dari kayu. Biasanya hanya terdapat atap dan pagar tanpa pintu.
Sesuai dengan rencana program GLS di tempat penulis bertugas (waktu itu), dibuatlah sebuah gazebo di bawah pohon asam. Bentuk atap dan tempat duduknya melingkar tanpa pagar. Bahan yang digunakan memanfaatkan kayu bekas meja dan kursi yang telah rusak. Atapnya menggunakan genteng yang kemudian di cat hingga tak tampak kalau itu adalah genteng bekas .
Atap yang terkait di batang pohon asam menambah kesan indah untuk dipandang. Apalagi lokasinya berada di pojok halaman sekolah dekat dengan kotak baca mini. Hal ini membuat anak-anak lebih mudah untuk mengambil buku bacaan yang disuka. Beristirahat sambil duduk membaca di gazebo juga terasa nyaman. Memang tidaklah mewah. Namun, kesan kebersamaan ketika proses pembuatannya mampu menghadirkan rasa rindu setelah ditinggalkan.
Betapa tidak? Semangat kebersamaan dalam mewujudkan sebuah angan terpatri sangat kuat di antara komite, sekolah dan wali muridnya. Tak ketinggalan pula peran aktif dari pengawas dan fasilitator daerah turut serta sebagai motivator. Saling bahu membahu, wali murid tak segan untuk mencurahkan segala tenaga, pikiran, dan biaya.
Gazebo sengaja dibuat tanpa pagar dan tanpa pintu. Tempat duduk pun didesain melingkar menyesuaikan bentuk atapnya. Atap dibuat seolah melekat pada sebuah pohon besar yang berada di pojok halaman sekolah.
Sambil duduk santai, anak-anak bisa menikmati waktu istirahat dengan membaca buku bacaan yang tersedia di kotak baca. Cat warna-warni yang menghias tempat duduk menambah cantik dan indah penampilan. Rasa betah duduk berlama-lama dapat muncul tanpa terasa.
Kini, semua telah berubah. Corona datang membuat aktivitas duduk bersama di gazebo menjadi lengang. Lembar demi lembar buku bacaan yang biasa menjadi santapan pikir di waktu luang tertutup rapi tiada sentuhan tangan. Semua tinggallah kenangan.
Gazebo, di sanalah semangat literasi anak-anak mulai terbangun. Mereka duduk berteman buku sambil berselancar untuk menggenggam isi dunia. Ada rindu di gazebo itu. Namun, entah kapan suasana akan kembali normal agar anak-anak yang haus buku bacaan tak lagi terhalang.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
