Betapa Dahsyat Pengaruh Teman
Betapa Dahsyat Pengaruh Teman
Tantangan hari ke-122
#TantanganGurusiana 365 hari
Manusia selain menjadi makhluk individu juga menjadi makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari pastilah membutuhkan teman.
Teman adalah orang yang secara fisik atau pun psikis keberadaannya dekat dengan diri kita. Kehadiran seorang teman sangat berarti dalam melewati hari-hari di kala sepi. Sendiri tiada teman kadang membuat hati merasa rindu untuk bertemu.
Sejak masa kanak-kanak, kita sudah mulai mengenal teman. Teman di lingkungan rumah atau keluarga merupakan teman pertama yang kita kenal. Kemudian di bangku sekolah teman kita bertambah lagi. Dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi teman kita semakin banyak. Demikian juga setelah kita memasuki sebuah komunitas yang ada.
Ketika seseorang telah mengenal dan memiliki teman, sedikit banyak akan mendapatkan pengaruh dari teman tersebut. Sikap, ucapan, tingkah laku, kebiasaan, kesukaan bahkan cita-cita dapat berubah karena ada pengaruh dari teman. Meski pengaruh tersebut tidak diperoleh secara langsung, namun perubahan tetap ada.
Pengaruh dari teman ada yang baik dan ada yang tidak baik. Kadang-kadang ada anak yang justru memilih untuk mengikuti gaya hidup teman daripada mengikuti nasihat orang tua dan guru. Alasannya bisa saja bermacam-macam. Ada yang karena takut dikatakan tidak gaul, takut dijauhi teman, atau hanya sekedar ikut-ikutan saja.
Tidak mengherankan jika pada kenyataannya ada seseorang yang memiliki tabiat atau karakter berbeda dengan orang tua ketika telah terpengaruh oleh teman. Jika pengaruh yang didapatnya bersifat positif maka akan menguntungkan. Tetapi jika pengaruhnya bersifat negatif maka bisa-bisa orang tua menjadi kewalahan. Apalagi jika anak lebih memilih untuk mengikuti pola hidup teman yang tidak sesuai harapan orang tua. Tentu hal ini akan menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Begitu dahsyatnya pengaruh dari teman, kita perlu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Pengaruh yang baik tentu akan bermanfaat dan membawa kebaikan dalam hidupnya. Sebaliknya, pengaruh buruk tidak perlu diikuti karena dapat menjerumuskan seseorang pada kesengsaraan hidupnya. Itu sebabnya, sangatlah tepat jika ada nasihat yang mengatakan kalau kita ingin tahu akhlak seseorang maka lihatlah dengan siapa ia berteman.
Bukan berarti kita pilah-pilih teman dalam kehidupan sosial. Kita memang perlu berhati-hati dalam bergaul dengan teman. Ibarat orang bergaul dengan tukang minyak maka ia akan terkena bau minyaknya. Begitu pula ketika seseorang bergaul dengan tukang arang maka tidak mustahil kalau ia juga akan terkena bau arangnya. Sedikit atau banyak, pola hidup kita tidak bisa lepas dari pengaruh teman.
Teman itu ibarat dua hati dalam satu jiwa. Maksudnya, sesama teman seharusnya ada rasa saling menyayangi, mengasihi, dan menghargai. Jika tak ingin disakiti teman, ya kita jangan menyakiti teman. Jika ada teman yang sedang kesulitan atau menderita sebaiknya kita bantu. Setidaknya untuk membantu meringankan beban sesuai kemampuan yang kita miliki.
Saling mengingatkan dan saling menguatkan adalah dua hal penting yang perlu dimiliki oleh seseorang dalam berteman. Ketika ada kekeliruan atau kesalahan sebaiknya ada yang mengingatkan. Yang diingatkan juga perlu merasa bahwa peringatan dari teman itu sebagai tanda kasih sayang. Saling berbagi kebaikan adalah hal yang patut untuk dilakukan dalam menjalin pertemanan.
Meski dalam dunia maya, pengaruh dari sebuah pertemanan juga dapat dirasakan. Tanpa terasa, satu sama lain bisa saling mempengaruhi. Ambil saja sebuah contoh. Mengetahui banyak teman yang sukses berkarya dalam menulis buku ternyata dapat mempengaruhi semangat berkarya pada orang lain. Meski tidak ada paksaan untuk mengikutinya, namun tak sedikit di antara teman-teman yang menjadi lebih bersemangat untuk terus ikut menulis hingga menjadi sebuah buku. Begitulah betapa dahsyatnya pengaruh teman.
Kendal, 19-05-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
