Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Guru Favorit yang Menginspirasi
Foto profil Pak Abdul Djawad.

Guru Favorit yang Menginspirasi

Guru Favorit yang Menginspirasi

Tantangan hari ke-105

#TantanganGurusiana

Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pada hari tersebut sangat wajar jika banyak diantara penulis yang mengangkat tema pendidikan sebagai artikel. Membahas tentang pendidikan juga tidak lepas dari membahas tentang jasa para guru. Guru mendapat sebutan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru idealnya adalah sosok yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru (dicontoh). Baik sikap, ucapan, dan tindakannya harus dapat menjadi teladan bagi anak didiknya. Dengan keteladanan itulah sosok guru akan menjadi figur yang selalu dikenang, dihargai, dan dihormati oleh anak didiknya sampai kapan pun.

Masing-masing orang, semasa duduk di bangku sekolah tentu mempunyai kenangan tersendiri tentang guru favoritnya. Tak terkecuali dengan saya ketika duduk di bangku SMP. Kenangan terhadap salah seorang guru di SMP Negeri Mandiraja, Banjarnegara yang lain daripada yang lain tak dapat dipungkiri. Bukan berarti tak menghargai guru-guru lainnya, akan tetapi rasa kagum dan terkesan bisa saja dimiliki oleh setiap orang.

Sebut saja namanya Pak Abdul Djawad. Beliau adalah sosok guru yang memang layak untuk dijadikan sebagai guru favorit bagi saya. Apakah ada bedanya dengan guru-guru yang lain? Jelas ada bedanya dan ada keunikannya.

Tak ubahnya dengan seorang murid, guru pun punya karakter dan keunikan tersendiri. Diakui atau tidak, Pak Djawad (nama panggilan beliau) memang pandai sekali menarik perhatian anak-anak didiknya. Mohon maaf, bukan bermaksud untuk mencari perhatian atau menyanjung secara berlebihan. Memang demikianlah adanya. Selain wajahnya yang mirip-mirip salah seorang penyanyi kondang pada zamannya, akting di kelas pun dapat membuat anak-anak merasa senang untuk mengikuti pelajarannya.

Beliau adalah guru Bahasa Inggris di kelas 3 SMP Negeri Mandiraja, Banjarnegara tempatku belajar. Pembawaannya yang tenang, menambah wibawa dalam penampilannya. Dengan gaya mengajar yang khas disertai suara yang jelas dan tegas menjadikan materi pelajaran mudah ditangkap. Penguasaan materi yang disampaikan dengan penuh percaya diri selalu tampak dalam setiap pembelajaran yang dilakukannya. Pemberian tugas pun disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak-anak.

Meski pelajaran Bahasa Inggris pada umumnya dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dicerna, namun dengan penuh kesabaran beliau tak pernah menunjukkan aura kesal apalagi marah ketika berada di depan anak-anak didiknya. Justru senyum ramah yang beliau perlihatkan ketika anak-anak tampak mengalami kesulitan. Materi Tenses memang membutuhkan pemahaman yang sungguh-sungguh. Kalau tidak, bisa-bisa terbolak-balik dalam penggunaannya. Maklum saja, penguasaan kosa kata anak-anak di kala itu belum sebagus anak-anak zaman sekarang.

Meski banyak teman yang menganggapnya sulit waktu itu, namun saya justru merasa senang saat mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan grammar. Sedangkan pada tugas translation justru sebaliknya. Jangan ditanya lagi. Cukup membingungkan rasanya ketika harus menerjemahkan kalimat demi kalimat dalam sebuah cerita.

Dengan berkali-kali membuka kamus biasanya baru bisa menerjemahkan kata demi kata. Itu pun terkadang tidak tepat dengan terjemahan yang sesungguhnya. Beruntung beliau tak pernah mematahkan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar.

Pak Djawad memang berasal dari lain daerah. Akan tetapi saat itu tak mungkin seorang anak didik seperti saya berani untuk bertanya lebih detail padanya. Kala itu, saya memang cukup pemalu dan tidak biasa mendekati guru di luar jam pelajaran untuk sekedar ngobrol atau bercerita ini dan itu. Padahal andai waktu itu saya berani bercerita, mungkin akan banyak hal yang bisa ditanyakan dan disampaikan padanya agar bisa menjadi anak didik yang punya rasa percaya diri yang tinggi.

Karena ketidakberaniannya bercerita dengan beliau sehingga sampai lulus pun rasa kagum pada caranya mengajar Bahasa Inggris dan Matematika cukup disimpan dalam hati. Memang selain Bahasa Inggris, beliau juga sempat mengajar Matematika khususnya Aljabar. Tidak hanya itu, beliau juga menjadi guru pembina OSIS dan pembimbing kegiatan ekstrakurikuler karate.

Entah mengapa, sejak saat itu hingga sekarang saya jadi suka dengan kedua mata pelajaran tersebut. Meski saya tak pandai berbahasa Inggris, namun saya tetap menyukainya. Awal pembelajaran yang baik sangat membekas hingga kini.

Tahun berganti tahun ternyata rasa kagum pada sang guru dapat terungkapkan. Tanpa disangka dan tanpa diduga, persis sehabis Magrib datanglah 2 (dua) orang tamu ke rumahku yang berada di sebuah desa yang tak sulit untuk dicari. Setelah pintu dibuka, wow....kejutan yang luar biasa. Ternyata tamu itu tak lain adalah Pak Djawad guru yang selalu bersikap familiar datang bersama seorang temannya.

Setelah saya persilahkan masuk dan duduk, percakapan pun terjadi. Namun, rasa takut, malu, atau tidak percaya diri yang dulu saya miliki justru tergantikan dengan rasa suka cita yang tidak terkira. Rasa hormat sebagai anak didik pun tetap saya pegang. Pada waktu itu beliau baru saja dari Semarang bersama temannya dan menyempatkan diri untuk singgah di rumahku yang berada di Kendal. Ternyata asal daerah beliau adalah dari Kabupaten Kendal. Suatu daerah di mana sekarang saya mendapat tugas sebagai abdi negara.

Kini, adanya berbagai jenis media sosial menjadikan komunikasi semakin mudah. Meski hanya melalui dunia maya, namun silaturahmi dapat tersambung lagi. Saling berbagi cerita dan pengalaman dengan beliau dapat dilakukan. Rasa hormat dan kagum yang selama ini tersimpan menjadi bertambah.

Dengan berbagi cerita dan pengalaman, saya jadi tahu bahwa P.Djawad setelah menjadi guru di SMP Negeri Mandiraja, kemudian beliau mendapat tugas sebagai Kepala Sekolah di SMPN 1 Wanadadi yang masih dalam satu wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Semasa menjalankan tugasnya beliau pernah membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi juara tingkat nasional.

Kemudian oleh bupati dipromosikan menjadi Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan Olah Raga Daerah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Selanjutnya, beliau diperbantukan pada Kementerian Luar Negeri untuk menjadi Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada tahun 2006-2009. Sepulang dari Kuala Lumpur lalu mendapatkan penghormatan dari Ketua KONI Banjarnegara sebagai tokoh olah raga di bidang karate. Hal ini didasarkan karena P.Djawad juga pendiri LEMKARI (Lembaga Karatedo Indonesia) Banjarnegara. Sejak tahun 1999 hingga sekarang beliau masih eksis dan penuh prestasi dalam mengharumkan nama Banjarnegara baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sungguh merupakan suatu perjalanan karir yang sangat menginspirasi. Kehidupan manusia memang sudah ada yang mengatur. P.Djawad mendapat tugas di daerah asal saya (Banjarnegara) dan saya bertugas di daerah asal beliau (Kendal).

Kini, tak lupa doa yang tulus dari seorang anak didik yang dulu pemalu selalu dipanjatkan. Semoga Pak Guru yang telah banyak menginspirasi selalu dalam keadaan sehat dan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Aamiin.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post