Robingah, S.Pd.SD

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Implementasi Semboyan Pendidikan di Tengah Pandemi Corona
Sumber gambar: m.liputan6.com

Implementasi Semboyan Pendidikan di Tengah Pandemi Corona

Implementasi Semboyan Pendidikan di Tengah Pandemi Corona

Tantangan hari ke-104

#TantanganGurusiana

Hari ini awal kita memasuki bulan Mei. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Mei biasanya ada berbagai kegiatan atau lomba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Namun di tengah situasi pandemi Corona atau Covid-19 yang belum tahu kapan berakhirnya, kini agenda menjadi berbeda.

Tetap stay at home, work from home, social distancing harus dilakukan demi memutus mata rantai penularan virus covid-19. Terasa sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Segala aktivitas dan kreatifitas lomba atau kompetisi dalam bidang pendidikan tampak sepi.

Persiapan pelaksanaan upacara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pun tak dapat dilakukan seperti sebelumnya. Mungkin hanya bisa memasang spanduk sebagai pengingat bagi kita semua akan tokoh pendidikan nasional Indonesia. Beliau adalah Ki Hajar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889 yang lalu.

Mengingat tokoh yang memiliki nama lain Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini, sebagai pendidik kita tidak boleh lupa akan semboyan pendidikan yang beliau cetuskan. Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani adalah semboyan pendidikan yang dapat menjadi pedoman bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Ing ngarsa sung tuladha maksudnya di depan guru harus bisa memberi contoh. Ing madya mangun karsa, di tengah-tengah memberikan daya atau kekuatan. Sedangkan tut wuri handayani berarti dari belakang harus mampu memberikan dorongan semangat untuk maju dalam meraih cita-cita.

Isi semboyan tersebut jika dapat diterapkan oleh para guru selaku pendidik, niscaya sebuah penghargaan dan penghormatan akan datang dengan sendirinya tanpa harus ada sebuah permintaan. Pendidik yang biasa disebut guru memang sudah seharusnya bisa menjadi contoh atau teladan. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, akan tetapi di mana pun ia berada harus dapat menunjukkan sikap, cakap, dan tindakan yang baik. Hal ini sesuai juga dengan kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru sebagai tenaga pendidik. Kompetensi kepribadian berdasarkan penjelasan PP No.19 tahun 2005 pasal 28 ayat 3 adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, dan berakhlak mulia.

Di tengah-tengah, guru juga mempunyai kewajiban untuk memberikan karsa atau daya juang yang tinggi. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, peran guru baik yang PNS maupun honorer sangat tepat untuk selalu memberikan semangat kepada anak-anak didiknya agar tetap belajar meski tanpa tatap muka. Biarlah ada segelintir orang yang beranggapan bahwa guru (terutama PNS) hanya enak-enakan tidur tetapi tetap mendapat gaji. Meski telinga seolah memerah rasanya, namun maklumi saja karena mereka tidak tahu apa yang sesungguhnya dilakukan oleh para guru saat ini. Kita doakan pula semoga rasa iri, dengki, dan buruk sangka tak lagi ada.

Semboyan berikutnya adalah Tut Wuri Handayani. Guru senantiasa dituntut untuk dapat mengikuti dari belakang sambil memberikan dorongan atau daya kekuatan agar anak-anak didiknya dapat maju untuk meraih cita-citanya. Melalui berbagai sumber belajar yang ada, kini para guru tetap perlu melakukan pendampingan. Meski harus lewat pembelajaran dalam jaringan (daring), tugas sebagai fasilitator justru akan sangat berpengaruh pada kelancaran belajar anak di rumah. Pemberian dorongan dan motivasi tetap harus dilakukan agar semangat belajar di tengah pandemi corona tetap terjaga.

Ketiga semboyan pendidikan tersebut jika telah meresap dalam tiap-tiap jiwa guru sebagai pendidik, niscaya penanaman karakter bangsa terhadap anak-anak didiknya akan lebih efektif untuk dilakukan. Bukankah contoh yang nyata itu lebih mengena daripada seribu kata? Mari kita tetap bersatu padu membangun insan-insan cendekia demi masa depan bangsa.

Kendal, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post