Jika Makan Lauknya Gereh
Jika Makan Lauknya Gereh
Tantangan hari ke-106
#TantanganGurusiana
Beberapa pekan yang lalu banyak dijumpai tulisan tentang lauk daun di berbagai tempat seiring dengan munculnya istilah lock down. Nah, kali ini saya justru menulis tentang lauk gereh. Apakah Anda penggemar lauk gereh?
Gereh adalah nama lain dari ikan asin yang biasa disebut oleh orang-orang di daerah Kendal dan sekitarnya. Lain di Kendal lain pula di Banjarnegara. Orang-orang di sana kebanyakan menyebutnya juwi. Mungkin di daerah lain juga ada sebutan yang berbeda untuk ikan asin.
Apa pun sebutannya, jika membaca tulisan gereh atau ikan asin tentu akan terbayang rasanya yang asin. Gereh merupakan jenis makanan yang terbuat dari ikan yang dikeringkan dengan penambahan garam. Secara umum, ikan yang dijadikan gereh atau ikan asin adalah ikan laut.
Gereh banyak dijual di pasar. Jenisnya bermacam-macam. Harganya pun bervariasi sesuai dengan tingkat rasa yang berbeda. Ada yang murah dan ada juga yang mahal hingga mencapai puluhan ribu rupiah per kilogramnya.
Apabila kita mau membeli gereh, kita bisa memilihnya sesuai dengan selera. Berbagai jenis gereh yang dapat dipilih misalnya gereh layur, gereh teri, gereh jambal roti, gereh pethek, gereh sepat, dan masih banyak jenis gereh yang lainnya. Semua jenis gereh tersebut sangat cocok untuk dijadikan persediaan lauk-pauk. Sifatnya yang kering menjadikan gereh dapat disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama.
Bau khas gereh yang sedang dibakar atau digoreng dapat menimbulkan selera makan ketika perut sedang lapar. Memang, gereh dapat dimasak dengan cara dibakar, digoreng, atau dibuat sebagai campuran sayur. Biasanya gereh jenis teri banyak dijadikan sebagai bahan campuran ketika masak sayur. Gereh teri juga bisa dibuat sambal. Namanya sambal teri.
Makan dengan lauk gereh sungguh nikmat dan enak. Apalagi jika perut benar-benar sedang lapar. Nasi hangat yang disajikan lengkap dengan sambal terasi atau sambal tomat terasa cocok sekali untuk mengisi perut. Gereh juga dapat disajikan sebagai lauk dalam bentuk peyek atau gorengan.
Meski rasanya yang begitu menggoda, namun bagi kita yang sedang menjalankan ibadah puasa perlu mempertimbangkan dulu ketika mau makan sahur berlauk gereh. Kenapa? Gereh merupakan salah satu jenis makanan yang kadar garamnya tinggi dan mudah memicu rasa haus.
Melansir berita dalam **(censored)** tertanggal 20 Juni 2014, dokter spesialis gizi klinik Tirta Prawita Sari mengungkapkan bahwa makanan yang membuat orang mudah merasa haus yaitu makanan yang kadar garamnya tinggi. Saat dihubungi **(censored)** beberapa waktu yang lalu, Tirta juga menjelaskan bahwa kandungan garam yang tinggi bisa menarik cairan banyak sekali, sehingga sel-sel kita akan kekurangan cairan karena ditarik oleh garam tadi. Akhirnya menjadi dehidrasi, sehingga kita mudah merasa haus.
Nah, dengan mengetahui kalau gereh itu dapat memicu rasa haus, maka kita perlu menyediakan air minum yang cukup saat makan dengan lauk gereh. Gereh yang mengandung protein tinggi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa protein itu merupakan zat yang diperlukan untuk membangun kembali sel-sel dalam tubuh.
Mengonsumsi gereh dalam porsi yang berlebihan tentu kurang baik bagi kesehatan. Rasa asin yang ditimbulkannya juga dapat mempengaruhi tensi darah. Kalau tensi darah tinggi, maka kepala pusing bisa saja terjadi. Oleh karena itu, kita tak perlu berlebihan saat mengonsumsinya. Selamat menjalankan ibadah puasa.
Kendal, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
